“American Psychosis”: Pelajaran Penting dari Sistem Kesehatan Jiwa di Amerika Serikat

Penulis: E. Fuller Torrey

Tanggal Terbit: 11 Mei 2014

Penerbit/Percetakan: Oxford University Press

Jumlah Halaman: 224

Peninjau: Karen Winters Schwartz

 

“Mungkin ada ketidaksetujuan yang benar-benar kuat tentang bagaimana layanan [kesehatan] terhadap gangguan kejiwaan harus diatur dan didanai, tapi yang penting sekarang adalah sistemnya sangat tidak efisien. Masyarakat melakukan ketidakadilan yang sangat buruk terhadap populasi yang mengalami gangguan jiwa dan terhadap masyarakat lokal.”

“Bagaimana mungkin begitu banyak profesional yang berpendidikan baik telah demikian salah dan telah terlibat begitu banyak dalam menciptakan bencana semacam ini?”

Pada pandangan banyak orang, Dr. E. Fuller Torrey adalah figur penting dan merupakan ikon yang sangat dihormati dalam bidang perawatan kesehatan jiwa. Namun, pada pandangan beberapa orang, ia adalah iblis yang merasuk. Terkenal karena tulisan-tulisannya, karyanya dalam bidang psikiatri, dan penelitiannya, Dr. Torrey merupakan pendukung rawat paksa untuk gangguan jiwa serius – untuk kebaikan sang individu dan masyarakat.

Kadang-kadang merupakan hal yang perlu untuk mengganggu perkembangan (to ruffle a few feathers).

Pada buku terbarunya American Psychosis: How the Federal Government Destroyed the Mental Illness Treatment System (Psikosis di Amerika: Bagaimana Pemerintah Federal Menghancurkan Sistem Perawatan terhadap Gangguan Jiwa) Dr. Torrey memulai dengan menghitung ulang apa yang mengarahkan semuanya ke sistem perawatan federal dalam kesehatan jiwa yang terkini dan sangat tidak cukup, dengan tujuan untuk memahami “bagaimana kita semua sampai di sini.” Dia kemudian secara empatik dan secara terang-terangan menyediakan perspektif orang dalam tentang “Dimensi dari Bencana di Masa Sekarang.” Dia mengakhiri teks kecil dengan solusi yang padu dan mungkin untuk dilakukan (solid feasible solutions).

Pada tahun 1941, Duta Besar Joseph P. Kennedy memberikan wewenang untuk operasi otak terhadap anak perempuan tertuanya, Rosemary, yang terlahir agak terbelakang dan mengalami gejala-gejala sejenis skizofrenia ketika dewasa. Ada sesuatu yang sangat fatal terjadi [karena operasi otak itu], yang membuat ia bertambah lemah dengan kekurangannya. Meskipun tidak pernah diketahui secara publik, operasi otak yang membawa petaka ini setidaknya merupakan motivasi bagi Presiden John F. Kennedy untuk memulai program perawatan kesehatan jiwa federal pada tahun 1963. Hal ini, dan obat-obatan kesehatan jiwa, jelas Dr. Torrey, memulai tindakan pemulangan pasien dari rumah sakit jiwa, yang menyebabkan berkurangnya 432.633 tempat tidur dari rumah sakit jiwa negeri sejak 1955.

“. . . memulangkan ratusan ribu individu dengan gangguan jiwa dari rumah sakit jiwa negeri tidak hanya logis namun juga manusiawi. Tambah pula, pemulangan itu sendiri bukanlah kesalahan. Kesalahannya adalah, agaknya, kegagalan kita untuk menyediakan perawatan yang sinambung dan rehabilitasi untuk mereka yang telah meninggalkan rumah sakit.”

“. . . tidak ada rencana besar, tidak ada koordinasi, tidak ada mekanisme evaluasi, tidak ada yang berwewenang, tidak ada penanggung jawab.”

Dan semua yang di atas masih merupakan kenyataan yang benar-benar terjadi hingga hari ini.

Pemulangan dari rumah sakit dan kegagalan untuk menempatkan pusat komunitas kesehatan jiwa yang efektif dalam jumlah mencukupi yang disarankan oleh Presiden John F. Kennedy, menghasilkan individu-individu dengan gangguan jiwa hidup di jalanan, di panti-panti, menginap di ruang bawah tanah keluarga mereka, serta dalam tahanan dan penjara. Tidak ada pendanaan yang terorganisir, selain dari Medicaid – yang tidak pernah dirancang untuk hal-hal semacam itu – dan tak ada unit pemerintah yang tunggal yang mengambil tanggung jawab akan hal tersebut.

Faktanya, rumah tahanan dan penjara di Amerika secara cepat berkembang menjadi “sistem rawat-inap kesehatan jiwa yang baru.”

Dalam salah satu pemecahan masalah yang diusulkan, Dr. Torrey menyarankan untuk “memberikan semua Medicaid dan pendanaan terkait-kesehatan-jiwa lainnya kepada petugas keamanan di negara bagian atau distrik. Karena para polisi dan sheriff pada kenyataannya menjadi pekerja di garis depan dan rumah tahanan menjadi unit rawat-inap kesehatan jiwa yang utama, mengapa tidak membiarkan yang berwajib untuk mengambil tanggung jawab penuh, bersama dengan dananya, dan kita tinggal mengukur kadar keberhasilannya?”

Mungkin ada ketidaksetujuan yang benar-benar kuat tentang bagaimana layanan [kesehatan] terhadap gangguan kejiwaan harus diatur dan didanai, tapi yang penting sekarang adalah sistemnya sangat tidak efisien. Masyarakat melakukan ketidakadilan yang sangat buruk terhadap populasi yang mengalami gangguan jiwa dan terhadap masyarakat lokal.

Jauh daripada itu – 50 tahun kemudian – dampak dari pemulangan pasien jiwa terhadap sistem perawatan di masa kini sangat jelas. Bicaralah kepada siapa saja yang telah mencoba bernegosiasi terhadap sistem kesehatan jiwa; dengan mengecualikan bagaimana perasaan mereka tentang hak-hak sipil individu dan rawat-paksa, mereka semua akan setuju bahwa sistemnya tidak berhasil.

American Psychosis adalah titik terang dan buku yang wajib dibaca oleh siapapun yang terlibat dalam perawatan kesehatan jiwa dan siapapun yang menjabat di pemerintahan. Sudah waktunya untuk mengenali dan memahami permasalahan ini; keseluruhan masyarakat terkena dampaknya.

Sebagaimana Dr. Torrey dengan sangat menyentuh mengutip dari Frank L. Wright Jr Out of Sight, Out of Mind yang ditulisnya tahun 1947: “Di sepanjang sejarah, permasalahan gangguan jiwa telah dikesampingkan.” “—kita telah memisahkan mereka, mengisolasi mereka dan memalingkan muka dari mereka, mencoba melupakan mereka.” “Kita tak bisa lebih lama lagi untuk mengabaikan kebutuhan mereka, menulikan telinga ketika mereka menjerit meminta tolong. Kita harus datang berhadap-hadapan dengan kenyataan yang ada.”

Dr. Torrey benar: Ini adalah saatnya untuk bertindak demikian.

Karen Winters Schwartz adalah penulis novel-novel Where Are the Cocoa Puffs?: A Family’s Journey Through Bipolar Disorder, Reis’s Pieces: Love, Loss, and Schizophrenia, and The Chocolate Debacle. Dia adalah presiden NAMI Syracuse (National Alliance on Mental Illness – Aliansi Nasional untuk Penyakit Kejiwaan) di New York dan menjadi pengacara nasional untuk penyadaran kesehatan jiwa, mengurangi stigma (label negatif) yang sangat sering dikaitkan dengan penyakit ini.

Naskah asli dalam Bahasa Inggris dapat dilihat di:
http://www.nyjournalofbooks.com/book-review/american-psychosis-mental-illness-treatment

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan