Antistigma #1

Print Friendly, PDF & Email

Menghapus Stigma terhadap Penderita Gangguan Jiwa

oleh Veronica

(veronicavera928@gmail.com)

 

Di era sekarang, dimana zaman sudah semakin modern dan teknologi semakin canggih, Internet bisa diakses dengan mudah, pengetahuan tentang gangguan jiwa juga bisa didapatkan dengan mudah  oleh masyarakat luas yang masih tidak mengerti tentang gangguan kejiwaan. Sudah seharusnya stigma tidak lagi menjadi masalah. Namun, pada kenyataannya tidak seperti itu. Masih ada saja anggota masyarakat yang tidak paham dan menstigma mereka yang mengalami gangguan jiwa.

Padahal, orang dengan masalah kejiwaan bisa pulih dan hidup normal di masyarakat jika mendapat pengobatan juga dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Sayangnya, kadang keluarga ataupun masyarakat yang potensial untuk menyumbang dukungan yang besar untuk penderita gangguan jiwa agar bisa pulih berubah menjadi hakim terhadap penderita gangguan jiwa.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk bisa menghentikan stigma terhadap penderita gangguan jiwa. Salah satunya adalah dengan memotivasi penderita agar lebih percaya dengan dirinya sendiri dan mendukung penderita dalam melakukan pekerjaan yang si penderita sukai. Hal-hal seperti itu akan membuat si penderita menjadi produktif karena merasa dirinya berguna bagi orang lain.

Sangat diharapkan masyarakat tidak lagi memberikan stigma terhadap gangguan jiwa. Kalau saja kita mau membuka mata terhadap sekitar kita, mungkin masih ada orang lain yang menderita hal serupa. Namun, karena stigma negatif terhadap gangguan jiwa, sebagian orang malu untuk mengakui jika orang tersebut atau anggota keluarganya ada yang menderita gangguan jiwa.

Hidup dengan gangguan ini saja sudah cukup membuat penderita tidak nyaman, malu, dan menderita. Siapapun tentu tidak ingin hidup dengan gangguan seperti ini, yang setiap saat bisa membuat paranoid atau hidup dengan ketakutan.

Para penderita sudah sangat menderita. Saya berharap ke depannya masyarakat luas, bisa mengerti tentang gangguan jiwa dan tidak lagi memberikan stigma negatif kepada penderita.

Diharapkan dengan adanya edukasi-edukasi seputar kesehatan jiwa, masyarakat bisa lebih mengerti  betapa pentingnya menghentikan stigma terhadap penderita gangguan jiwa. Sudah sering dikumandangkan bahwa stigma itu melahirkan rasa sakit di hati para penderita juga keluarga, bahkan stigma dapat membuat seseorang tidak mau pergi mengunjungi psikiater dan mendapatkan pengobatan yang benar. Tidak mendapatkan pengobatan hanya akan menjadikan gangguan yang di alami si penderita bertambah parah bahkan bisa berujung pada bunuh diri.

Di negeri-negeri lain, misalnya Amerika, sudah dilakukan kampanye antistigma. Kampanye dilakukan untuk memisahkan mitos dan fakta agar penderita gangguan jiwa bisa mendapatkan pengobatan sekaligus juga dukungan.

Dukungan adalah hal terpenting bagi penderita gangguan jiwa. Saya pribadi, sudah menderita gangguan kecemasan hampir selama 7 tahun. Bertahun-tahun, saya naik-turun, diam dan menyembunyikan gangguan yang saya alami dari orang-orang di lingkungan tempat tinggal saya. Hingga saya bergabung  di komunitas kesehatan jiwa. Memiliki teman-teman yang mengerti tentang apa yang kita alami, mengenal dan belajar dari banyak dokter hingga akhirnya datang ke tempat ibadah untuk menenangkan jiwa saya yang kerap bergelora.

Antistigma atau gerakan untuk menghapus stigma sangat penting bagi para penderita gangguan jiwa agar para penderitanya bisa lebih mendapatkan perawatan dan dukungan. Tanpa dukungan, tentu itu bukan hal yang mudah, kami takkan bisa menghadapinya sendirian. Oleh karena itu dukungan dari orang-orang di sekitar kami menjadi masalah yang penting. Hal ini akan menjadikan pasien lebih semangat untuk mencapai pemulihan agar bisa meraih mimpinya. Memang, pengobatan gangguan jiwa merupakan pengobatan yang panjang. Dan, antistigma bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk penderita gangguan jiwa. Kami, para penderita bisa hidup lebih tenang dan menjalani pengobatan yang nyaman. Tanpa harus dihantui rasa malu atau takut lagi. []