Apakah Gangguan Kecemasan Itu?

Oleh Situs American Psychiatric Association

Artikel asli dalam Bahasa Inggris, sebagai bahan terjemahan, ditinjau oleh ahli medis Ranna Parekh, M.D., M.P.H. pada bulan Januari 2017.

Kecemasan adalah reaksi yang wajar terhadap stres dan dapat memberikan manfaat pada situasi-situasi tertentu. Kecemasan dapat memperingatkan kita akan adanya bahaya dan menjadi fokus untuk memperhatikan sesuatu. Gangguan kecemasan berbeda dari perasaan wajar berupa rasa gugup atau khawatir, dan melibatkan rasa takut dan rasa cemas yang berlebihan.

Gangguan kecemasan adalah masalah kesehatan jiwa yang paling umum dan mempengaruhi hampir 30 persen orang dewasa pada titik waktu yang mana saja di sepanjang hidup mereka [maksudnya lifetime prevalence dari masalah kesehatan jiwa ini adalah hampir 30 persen – penerjemah]. Namun gangguan kecemasan adalah masalah yang dapat tersembuhkan [secara total] dan sejumlah pengobatan yang efektif tersedia bagi yang membutuhkannya. Pengobatan membantu banyak orang yang mengalaminya untuk hidup secara normal dan produktif kembali.


SEBERAPA UMUMKAH GANGGUAN KECEMASAN ITU?

Pada suatu tahun tertentu diperkirakan persentase dari orang dewasa di Amerika Serikat yang mengalami berbagai macam gangguan kecemasan adalah:

  • 7 hingga 9 persen: fobia spesifik
  • 7 persen: gangguan kecemasan sosial
  • 2 hingga 3 persen: gangguan panik
  • 2 persen: agorafobia
  • 2 persen: gangguan cemas menyeluruh
  • 1 hingga 2 persen: gangguan cemas berpisah

Wanita lebih banyak mengalami gangguan kecemasan dibandingkan pria.


Kecemasan adalah antisipasi terhadap masalah di masa depan dan lebih berkaitan dengan ketegangan otot dan perilaku menghindar.

Rasa takut adalah respon emosi terhadap sebuah ancaman dan lebih berkaitan dengan reaksi menghadapi atau menghindar (fight or flight reaction) – baik tetap bertahan untuk bertarung atau menjauh untuk melarikan diri dari bahaya.

Gangguan kecemasan dapat menyebabkan seseorang untuk mencoba menghindari situasi yang dapat memicu atau memperburuk gejala-gejalanya. Kinerja dalam pekerjaan, tugas-tugas sekolah, dan relasi sosial dapat terpengaruh oleh hal itu.

Pada umumnya, untuk seseorang yang didiagnosa dengan gangguan kecemasan, rasa takut, atau kekhawatiran syaratnya gangguannya itu haruslah:

  • Berada di luar proporsi dari masalah yang dihadapi atau tidak sesuai dengan usia mereka
  • Menghalangi kemampuan orang tersebut untuk berfungsi secara normal

Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, termasuk gangguan cemas menyeluruh, gangguan panik, fobia yang spesifik, agorafobia, gangguan kecemasan sosial, dan gangguan kecemasan berpisah.

JENIS-JENIS GANGGUAN KECEMASAN

Gangguan Cemas Menyeluruh

Gangguan cemas menyeluruh melibatkan kekhawatiran yang berlebihan dan menetap yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kekhawatiran dan ketegangan yang terus-menerus ini dapat diiringi dengan gejala-gejala fisik, seperti rasa gelisah, merasa ada di tepi sesuatu [maksudnya merasa “ada di ujung tanduk” – penerjemah] dan mudah lelah, sukar berkonsentrasi, adanya ketegangan otot, atau sukar tidur. Seringkali hal-hal utama yang dicemaskan adalah tanggung jawab pekerjaan, kesehatan keluarga, atau hal-hal kecil lainnya seperti pekerjaan rumah tangga, reparasi mobil, atau perjanjian untuk bertemu dengan seseorang.

Gangguan Panik

Gejala-gejala inti dari gangguan panik adalah serangan panik yang berulang, kombinasi yang melimpah antara stres fisik dan psikologis. Selama serangan beberapa gejalanya dapat dialami dengan kombinasi:

  • Jantung berdebar-debar atau denyut jantung yang cepat.
  • Berkeringat
  • Gemetar atau bergetar
  • Merasa nafasnya pendek atau merasa nafasnya terbekap.
  • Nyeri pada bagian dada
  • Pusing, merasa ringan pada kepala, atau pingsan
  • Merasa tersedak
  • Kebas [ba’al] atau merasa tersengat
  • Merasa kedinginan atau kepanasan
  • Mual atau nyeri pada perut
  • Merasa terpisah dari kumpulan
  • Takut kehilangan kendali
  • Takut mati

Karena gejala-gejalanya sangat berat, banyak orang yang mengalami serangan panik mungkin percaya mereka mendapatkan serangan jantung atau penyakit mematikan lainnya dan mungkin minta diantar ke instalasi gawat-darurat rumah sakit. Serangan panik ada yang dapat diduga, seperti sebuah respon terhadap objek yang ditakuti, atau yang tidak dapat diduga, yang terjadi tanpa sebab yang jelas. Usia rata-rata untuk mulai mengalami serangan panik adalah 22-23 tahun. Serangan panik dapat terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan jiwa lainnya seperti depresi atau gangguan stres pasca-trauma.

Fobia dan Fobia Spesifik

Fobia spesifik adalah rasa takut yang berlebihan dan menetap terhadap objek tertentu (yang spesifik), situasi atau aktivitas yang secara umum tidak berbahaya. Orang yang mengalaminya tahu bahwa rasa takutnya berlebihan, akan tetapi tidak dapat mengatasinya. Rasa takut semacam ini menyebabkan stres tertentu yang membuat orang yang bersangkutan menciptakan penolakan yang amat sangat untuk menghindari apa yang mereka takutkan. Contohnya rasa takut untuk terbang [naik pesawat dsb] atau takut akan laba-laba.

Agorafobia

Agorafobia adalah rasa takut ketika berada dalam situasi di mana melarikan diri merupakan hal yang sulit atau memalukan, atau bantuan mungkin tidak tersedia pada kejadian gejala-gejala panik. Rasa takutnya berada di luar kewajaran jika diukur dengan situasi yang terjadi. Berlangsung selama enam bulan atau lebih serta menimbulkan masalah dalam fungsi sehari-hari. Seseorang dengan agorafobia mengalami rasa takut pada dua atau lebih situasi berikut:

  • Menggunakan transportasi umum
  • Berada di ruang terbuka
  • Berada di ruang tertutup
  • Berdiri mengantri atau dalam kerumunan [orang]
  • Berada di luar rumah sendirian

Orang yang mengalaminya menghindari situasi-situasi tersebut, membutuhkan kawan atau menunda dengan rasa takut dan cemas. Agorafobia yang tidak diobati dapat menjadi demikian berat penyakitnya sehingga orang yang mengalaminya tidak mampu untuk keluar rumah. Seseorang dapat didiagnosa dengan agorafobia jika rasa takutnya sangat menjengkelkan, atau jika rasa takutnya itu banyak mengganggu aktivitas wajar sehari-hari.

Gangguan Kecemasan Sosial (Semula Disebut sebagai Fobia Sosial)

Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan sosial punya kecemasan dan ketidaknyamanan yang berarti tentang merasa dipermalukan, ditolak, atau direndahkan dalam interaksi sosial. Orang dengan gangguan ini akan mencoba menolak situasi semacam itu atau menundanya dengan kecemasan yang besar. Contoh yang umum adalah ketakutan berat untuk berbicara di muka umum, bertemu dengan orang baru, atau makan/minum di area publik. Rasa takut atau kecemasan menyebabkan masalah dalam fungsi sehari-hari dan berlangsung sekurang-kurangnya selama enam bulan.

Gangguan Kecemasan Berpisah

Seseorang dengan gangguan kecemasan berpisah adalah rasa takut atau kekhawatiran yang kuat tentang perpisahan dari mereka yang relasinya dekat. Perasaan yang dialami melebihi usia orang tersebut, bertahan lama (sekurang-kurangnya empat minggu pada anak-anak dan enam bulan pada orang dewasa) serta menyebabkan masalah dalam fungsi hidup sehari-hari. Seseorang yang mengalami masalah kecemasan berpisah dapat merasa khawatir secara menetap akan kehilangan orang terdekatnya, menolak untuk berpisah, atau menolak untuk pergi ke luar atau tertidur lelap tanpa orang tersebut, atau mengalami mimpi buruk tentang perpisahan. Gejala-gejala fisik dari stres yang dialami seringkali berkembang di masa kanak-kanak, tapi gejala-gejalanya dapat berlanjut hingga masa dewasa.

FAKTOR RESIKO

Penyebab dari gangguan kecemasan pada masa sekarang ini belum diketahui, walaupun nampaknya melibatkan kombinasi antara berbagai faktor termasuk genetis, lingkungan, psikologis, dan tumbuh-kembang. Gangguan kecemasan dapat diwariskan secara turun-menurun dalam keluarga, menunjukkan bahwa kombinasi antara gen dan stres lingkungan dapat menghasilkan gangguan ini.

DIAGNOSA DAN PENGOBATAN

Langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada permasalahan fisik yang menyebabkan gejala-gejalanya. Jika gangguan kecemasan ditetapkan sebagai diagnosanya, maka professional kesehatan jiwa dapat bekerja sama dengan Anda untuk menghasilkan pengobatan yang terbaik. Sayangnya, banyak orang dengan gangguan kecemasan tidak menyadari apa yang mereka alami sebagai penyakit yang punya pengobatan yang efektif.

Meskipun setiap gangguan kecemasan punya karakter yang unik, sebagian besar merespon dengan baik terhadap dua jenis pengobatan: psikoterapi (atau “terapi wicara”) dan obat medis. Pengobatan-pengobatan dapat diberikan sebagai terapi yang tunggal atau sebagai kombinasi. Terapi pengubahan pola pikir (Cognitive Behavioral Therapy – CBT), semacam terapi wicara, dapat membantu seseorang untuk belajar berpikir, bereaksi, dan berperilaku dengan cara yang berbeda agar dapat membantu untuk mengurangi kecemasannya. Obat medis tidak akan menyembuhkan gangguan kecemasan, akan tetapi dapat memulihkan secara berarti gejala-gejalanya. Obat medis yang paling banyak digunakan adalah obat anti-kecemasan (secara umum diresepkan hanya untuk periode yang singkat) dan antidepresan. Penghambat-beta (beta-blockers), yang digunakan untuk penyakit jantung, kadang-kadang digunakan untuk mengendalikan gejala-gejala fisik dari gangguan kecemasan.

Swa-Bantu, Kemampuan Menangani Masalah, dan Pengelolaan

Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk membantu menangani masalah gejala-gejala gangguan kecemasan dan membuat pengobatan menjadi lebih efektif. Teknik pengelolaan stres dan meditasi dapat membantu. Kelompok dukungan (secara tatap-muka atau online) dapat menyediakan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan berbagi strategi penanganan masalah. Pelajari lebih lanjut tentang kekhasan dari gangguan ini serta bantulah keluarga dan kawan-kawan Anda untuk memahami secara lebih baik agar mereka dapat membantu secara lebih berarti. Hindari kafein, yang dapat memperburuk gejala-gejala kecemasan, dan berkonsultasilah dengan dokter tentang penggunaan obat yang manapun yang (akan) Anda gunakan.

KONDISI-KONDISI YANG BERKAITAN DENGAN GANGGUAN KECEMASAN

 

Tulisan asli dalam Bahasa Inggris bisa dilihat di https://www.psychiatry.org/patients-families/anxiety-disorders/what-are-anxiety-disorders .

Print Friendly, PDF & Email

2 thoughts on “Apakah Gangguan Kecemasan Itu?

  1. Saya mengalami gangguan kecemasan dari kecil sampai hari ini pas usia saya 23 tahun masih belun sembuh…, sangat mengganggu hari hari saya

Tinggalkan Balasan