Depresi Berat dengan Gejala Psikotik (Depresi Psikotik)

Oleh Situs Healthline.com

APAKAH DEPRESI PSIKOTIK ITU?

Depresi psikotik, yang disebut juga depresi berat dengan gejala psikotik, adalah kondisi serius yang memerlukan pengobatan segera dan pemantauan secara seksama oleh profesional kesehatan atau profesional kesehatan jiwa.

Gangguan depresi berat merupakan gangguan kejiwaan umum yang dapat memberikan dampak secara negatif terhadap banyak ranah kehidupan seseorang. Ia berdampak pada alam perasaan dan perilaku sebagaimana pada berbagai macam fungsi fisik, termasuk selera [makan] dan tidur. Orang dengan depresi berat seringkali kehilangan minat akan aktivitas yang semula dinikmati dan punya masalah dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kadang-kadang, mereka bahkan dapat merasa bahwa hidup ini tidak layak untuk dijalani.

Diperkirakan sekitar 20 persen orang dengan depresi berat juga mengalami gejala-gejala psikosis. Kombinasi ini kadang-kadang dirujuk sebagai depresi psikotik. Dalam psikiatri [yaitu ilmu kedokteran jiwa – penerjemah], istilah yang lebih ilmiahnya adalah gangguan depresi berat dengan gejala psikotik.  Kondisi tersebut menyebabkan seseorang untuk melihat, mendengar, atau yakin atas segala sesuatu yang tidak nyata.

Ada dua jenis gangguan depresi berat dengan gejala psikotik. Pada keduanya, waham dan halusinasi hadir, tapi orang tersebut dapat mengalami gangguan depresi berat dengan gejala-gejala psikotik yang sesuai alam perasaan atau yang tidak sesuai dengan alam perasaan.

Gangguan depresi berat dengan gejala psikotik yang sesuai dengan alam perasaan berarti bahwa isi waham dan halusinasinya sesuai dengan tema depresi biasa. Mencakup perasaan kurang dari semestinya, rasa bersalah, atau rasa tidak berguna. Gangguan depresi berat dengan gejala-gejala psikotik yang tidak sesuai dengan alam perasaan berarti isi waham dan halusinasinya tidak melibatkan tema-tema yang depresif. Sebagian orang dapat mengalami kombinasi dari gejala-gejala yang sesuai dan tidak sesuai dengan alam perasaan dalam waham dan halusinasinya.

Gejala-gejala dari kedua jenis depresi psikotik ini berbahaya, sejalan dengan waham dan halusinasi dapat menakutkan dan dapat meningkatkan resiko untuk bunuh diri. Pemeriksaan untuk diagnosa dan pengobatan merupakan hal yang kritis untuk mencegah seseorang melukai dirinya sendiri atau orang lain.

APA SAJA GEJALA-GEJALA DEPRESI PSIKOTIK?

Orang dengan depresi psikotik memiliki gejala-gejala depresi berat yang dialami bersama-sama dengan kehadiran gangguan penilaian realitas.

Gejala-gejala dari depresi berat termasuk:

  • kelelahan
  • mudah tersinggung
  • sukar untuk berkonsentrasi
  • merasa putus asa dan tidak tertolong
  • merasa tidak berguna atau benci pada diri sendiri
  • isolasi sosial
  • kehilangan minat dalam aktivitas yang tadinya menyenangkan
  • tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak
  • perubahan dalam hal selera [makan]
  • kehilangan atau pertambahan berat badan secara mendadak
  • bicara atau mengancam untuk bunuh diri

Psikosis ditandai dengan hilangnya kontak dengan realitas. Gejala-gejala psikosis termasuk waham – atau keyakinan dan persepsi yang salah – serta halusinasi – atau melihat dan mendengar sesuatu yang tidak ada.

Sebagian orang mengembangkan keyakinan salah tentang kesehatan mereka, seperti yakin bahwa mereka punya kanker padahal sebenarnya tidak. Lainnya mendengar suara-suara yang mengritik mereka, mengucapkan kata-kata seperti “kau payah” atau “kau tidak layak hidup.”

Waham dan halusinasi kelihatan nyata di diri orang yang mengalaminya. Ada kalanya mereka dapat menyebabkan seseorang menjadi begitu panik sehingga melukai diri sendiri dan orang lain. Inilah mengapa sangat kritis untuk seseorang dengan depresi psikotik untuk mencari bantuan sesegera mungkin.

APA YANG MENYEBABKAN DEPRESI PSIKOTIK?

Sebab pasti dari depresi psikotik tidak diketahui. Tapi orang yang punya riwayat keluarga atau riwayat individual mengalami gangguan kejiwaan cenderung untuk mengalami depresi psikotik. Kondisi ini dapat terjadi baik secara tunggal maupun komplikasi dengan kondisi psikiatrik lainnya.

Para peneliti juga percaya bahwa kombinasi dari gen dan stres dapat mempengaruhi produksi kimiawi tertentu dalam otak, menyumbang peran terhadap perkembangan depresi psikotik. Gangguan jiwa dapat juga dipicu oleh perubahan kesetimbangan hormonal dalam tubuh.

BAGAIMANA CARANYA DEPRESI PSIKOTIK DIDIAGNOSA?

Depresi psikotik adalah kondisi serius yang dapat membuat seseorang untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. Orang yang mengalami gejala-gejala psikotik atau seorang anggota keluarga yang menyaksikan episode psikotik seharusnya menghubungi profesional kesehatan jiwa sesegera mungkin.

Hal pertama yang akan mereka lakukan ketika mendiagnosa depresi psikotik adalah melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala dan riwayat medis orang tersebut. Meraka juga kemungkinan akan melakukan pemeriksaan darah dan air seni untuk melihat apakah depresi psikotiknya ditimbulkan oleh kondisi medis lainnya. Jika orang tersebut punya riwayat keluarga dengan gangguan bipolar, mereka mungkin akan diperiksa juga untuk melihat apakah ada episode manik atau hipomaniknya. Pemeriksaan semacam itu tidak memastikan atau mengecualikan kemungkinan gangguan bipolar, akan tetapi mungkin dapat membantu untuk menghindari kesalahan diagnosa.

Mereka mungkin menduga adanya depresi psikotik jika orang tersebut mengalami gejala-gejala depresi berat dan psikosis. Tapi merupakan hal yang sukar bagi layanan kesehatan di tingkat dasar seperti Puskesmas untuk menentukan diagnosa yang pasti. Gejala-gejala psikosis mungkin tidak terlihat, dan orang tersebut tidak selalu melaporkan bahwa mereka mengalami waham dan halusinasi. Pada kasus seperti ini, rujukan kepada seorang psikiater akan dibutuhkan.

Untuk mendapatkan diagnosa gangguan depresi berat, seseorang harus punya episode depresi yang berlangsung selama dua minggu atau lebih. Mereka harus punya lima atau lebih gejala-gejala berikut ini:

  • mudah tergugah/terhasut (agitatif) atau punya gerakan fisik yang lamban
  • perubahan dalam selera makan dan berat badan
  • alam perasaan yang berada di bawah
  • sukar berkonsentrasi
  • rasa bersalah
  • tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak
  • kurang minat atau rasa menikmati pada sebagian besar kegiatan
  • kadar energi yang rendah
  • memikirkan kematian atau bunuh diri

Untuk didiagnosa dengan depresi psikotik, seseorang harus menunjukkan gejala-gejala depresi berat ini serta gejala-gejala psikotik, seperti waham dan halusinasi.

BAGAIMANA DEPRESI PSIKOTIK DIOBATI?

Pada masa sekarang ini, tidak ada pengobatan yang disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA – Food and Drug Administration). Tapi kondisi kejiwaan tersebut dapat diobati dengan kombinasi antara antidepresan dengan antipsikotik atau dengan terapi kejut listrik (ECT – electroconvulsive therapy). Sebagaimana pada penanganan gangguan jiwa lainnya, orang tersebut dan keluarganya seharusnya berdiskusi tentang semua pilihan pengobatan dengan layanan kesehatan atau profesional kesehatan jiwa.

Sebagian besar profesional kesehatan jiwa akan meresepkan sebuah paduan antara antidepresan dan antipsikotik. Obat-obatan medis ini akan memberikan dampak pada neurotransmiter dalam otak yang seringkali berada di luar keseimbangan pada orang dengan depresi psikotik. Pada banyak kasus, antidepresan dalam golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor – penghambat penyerapan ulang serotonin secara selektif), seperti fluoksetin (Prozac), akan digunakan bersama-sama antipsikotik berikut:

  • olanzapin (Zyprexa)
  • quetiapin (Seroquel)
  • risperidon (Risperdal)

Namun, obat-obatan ini seringkali membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan untuk menjadi efektif.

Sebagian orang dengan depresi psikotik mungkin tidak merespon obat-obatan sebagaimana orang lain. Pada kasus semacam ini, terapi kejut listrik (ECT) mungkin dibutuhkan untuk meredakan gejala-gejalanya. ECT telah terbukti sebagai metode pengobatan yang aman dan efektif bagi orang dengan pikiran bunuh diri serta bagi orang dengan gejala depresi psikotik. Selama ECT, yang akan dilakukan oleh psikiater, arus listrik dalam kadar yang terkendali dikirimkan ke otak. Ini menyebabkan kejang ringan, yang akan berdampak pada level neurotransmitter dalam otak Anda. ECT biasanya dilakukan di rumah sakit di bawah pengaruh pembiusan umum.

Pada kasus-kasus depresi psikotik yang berat, rawat inap di rumah sakit mungkin dibutuhkan untuk beberapa hari, terutama jika ada usaha bunuh diri yang telah dilakukan.

BAGAIMANAKAH KEMUNGKINAN SEMBUH SESEORANG DENGAN DEPRESI PSIKOTIK?

Kemungkinan sembuh untuk seseorang dengan depresi psikotik dapat bervariasi tergantung pada seberapa cepat mereka merespon pengobatan. Pada banyak kasus, depresi psikotik dapat disembuhkan secara efektif, Jika Anda punya depresi psikotik, Anda perlu untuk tetap menjalani pengobatan Anda karena obatnya perlu diminum dalam jangka waktu yang panjang untuk mencegah gejala-gejalanya kembali dialami. Anda juga perlu menindaklanjuti perjanjian konsultasi dengan dokter secara sinambung selama pengobatan.

CARA MENCEGAH BUNUH DIRI

Resiko untuk bunuh diri jauh lebih tinggi pada orang dengan depresi psikotik daripada pada mereka yang hanya mengalami depresi. Teleponlah layanan darurat atau ruang gawat darurat rumah sakit jika Anda berpikir untuk bunuh diri atau melukai orang lain.

BAGAIMANA CARANYA SAYA MEMBANTU ORANG DENGAN DEPRESI PSIKOTIK?

Cara yang paling penting untuk membantu orang yang Anda sayangi yang mengalami depresi psikotik adalah dengan menyadari bahwa sebab dari semua ini adalah karena mereka mengalami gangguan. Anda juga harus menanamkan dalam pikiran Anda bahwa waham dan halusinasi yang dialami oleh orang yang Anda sayangi adalah nyata bagi mereka. Gejala psikotik itu dapat sangat mengganggu atau bahkan sangat menakutkan bagi orang tersebut.

Jangan pernah berdebat bahwa waham dan halusinasi mereka sebagai hal yang tidak nyata. Ini hanya akan menimbulkan kemarahan mereka lebih lanjut dan kemungkinan akan mencegah mereka untuk mengatakan apa yang mereka alami. Lakukanlah yang sebaliknya, rengkuhlah orang tersebut dan pahamilah nada suara orang yang Anda sayangi itu.

 

Artikel asli dalam Bahasa Inggris dapat dilihat di http://www.healthline.com/health/depression/psychotic-depression#Treatment5 .

Print Friendly, PDF & Email

One thought on “Depresi Berat dengan Gejala Psikotik (Depresi Psikotik)

Tinggalkan Balasan