Depresi Pasca-Melahirkan: Apa dan Bagaimana Menanganinya

oleh BabyCenter.com (http://www.babycenter.com/)

Versi Bahasa Inggris, sebagai bahan sumber terjemahan untuk situs CahayaJiwa.com ini, ditinjau oleh BabyCenter Medical Advisory Board dan dimutakhirkan pada bulan November 2016.

 

Saya baru saja punya bayi. Mengapa saya merasa begitu murung?

Jika Anda baru saja jadi seorang ibu yang mengharapkan akan mengalami kebahagiaan pada saat ini, menjadi hal yang menjengkelkan dan membingungkan ketika Anda secara riil justru merasakan hal yang berlawanan.

Anda tidak sendirian! Di manapun sekitar 40 hingga 80 persen wanita yang menjadi ibu mengalami baby blues – kondisi emosional yang murung, tidak bahagia, cemas, meragukan diri sendiri, dan merasa lelah. Baby blues biasanya mulai beberapa hari setelah melahirkan dan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu satu atau dua minggu.

Akan tetapi, jika Anda merasa bahwa perasaan murung tersebut semakin menguat dan berlangsung lebih lama dari dua minggu, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda sedang mengalami kondisi yang lebih serius.

Apakah mungkin saya mengalami depresi pasca-melahirkan?

Kadang-kadang sangat sulit untuk menjelaskan perbedaan antara depresi klinis, stress yang wajar, dan kelelahan akibat baru saja menjadi orang tua. Tapi jika Anda merasa kesedihan dan rasa putus asa yang teramat sangat yang mencegah Anda dalam mengerjakan tugas sehari-hari – seperti perawatan diri Anda dan orang lain – Anda mungkin mengalami depresi pasca-melahirkan (post-partum depression – PPD). Sekitar 10 persen wanita yang baru jadi seorang ibu mengalami depresi pasca-melahirkan, tapi sejumlah ahli percaya bahwa angka ini sebenarnya lebih tinggi Karena kebanyakan wanita tidak mencari bantuan. Jika Anda sedang berjuang karena mengalaminya, hubungi penyedia layanan kesehatan jiwa sesegera mungkin untuk pemeriksaan kondisi Anda.

Menurut Asosiasi Psikiater Amerika, depresi pasca-melahirkan dapat dimulai pada beberapa minggu setelah kehamilan atau bahkan sebelumnya. (Sekitar setengah dari wanita dengan depresi pasca-melahirkan memiliki gejala ketika sedang mengandung.)

Jika layanan kesehatan Anda berpikir bahwa Anda mengalami depresi pada satu titik waktu setelah Anda melahirkan, ia mungkin akan merujuk Anda pada konselor atau meresepkan obat antidepresan jika dibutuhkan, atau merujuk Anda ke psikiater untuk diobati lebih lanjut. Apakah Anda didiagnosa mengalami depresi sebelum, selama, atau setelah kehamilan, mendapatkan pengobatan merupakan hal yang penting.

Apa sajakah yang menjadi gejala-gejala depresi pasca-melahirkan?

Depresi pasca-melahirkan dan depresi [klinis] yang terjadi sebelum dan selama kehamilan punya gejala-gejala yang sama. Anda punya depresi pasca-melahirkan jika mengalami lima atau lebih gejala-gejala berikut ini hampir setiap hari, pada sebagian besar waktu, selama setidaknya dalam jangka dua minggu berturut-turut:

  • Sangat sedih, kosong, dan kehilangan harapan
  • Menangis di sepanjang waktu
  • Kehilangan minat atau kurang bisa menikmati hobi atau hal-hal yang biasanya dilakukan
  • Masalah untuk jatuh tertidur pada malam hari, atau masalah untuk tetap terjaga pada siang hari
  • Kehilangan selera atau makan terlalu banyak, atau kehilangan/pertambahan berat badan tanpa disengaja
  • Merasa sangat tidak berguna atau punya rasa bersalah yang ekstrem
  • Gelisah [tidak dapat duduk tenang – penerjemah] atau justru tidak aktif/lamban
  • Sukar berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Merasa bahwa hidup ini tidak layak untuk dijalani

Pertanda lain bahwa Anda depresi mencakup:

  • Mudah tersinggung atau marah
  • Menjauhi kawan dan keluarga
  • Cemas berlebihan tentang bayi Anda
  • Tidak tertarik terhadap bayi Anda atau tidak mampu untuk merawatnya
  • Merasa sangat letih sehingga Anda tidak mampu untuk bangkit dari tempat tidur selama berjam-jam.

Pada kasus yang langka, beberapa wanita dengan depresi-pasca-melahirkan mengalami pikiran delusional atau halusinasi yang menjadikannya dapat membahayakan bayi mereka. [delusi atau waham adalah keyakinan yang salah yang tak dapat dikoreksi dengan bukti-bukti yang nyata. Sedangkan halusinasi adalah persepsi inderawi (seperti penglihatan atau suara) tanpa adanya sumber di luar diri, misalnya mendengar suara yang mengajak bicara tanpa kehadiran orang tersebut. – penerjemah].

Catatan: Jika Anda punya pikiran untuk melukai diri sendiri atau bayi Anda, ini adalah masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Silakan hubungi penyedia layanan kesehatan jiwa selekas mungkin.

Bagian dari menjadi ibu yang baik adalah
mengetahui kapan untuk meminta bantuan,
maka jangan takut untuk meminta bantuan selama masa-masa sulit ini.
Biarkanlah pasangan Anda tahu tentang beragam cara untuk menolong, apakah itu mengasuh bayi, menangani pekerjaan rumah tangga, atau pergi bersama untuk berkonsultasi dengan dokter.

Apa yang menyebabkan timbulnya depresi setelah melahirkan bayi?

Depresi pasca-melahirkan merupakan kombinasi antara faktor hormonal, lingkungan, kondisi emosi, dan faktor genetis yang berada di luar kendali Anda. Sejumlah wanita mungkin merasa bertanggung jawab karena mengalami depresi pasca-melahirkan, tapi depresi bukanlah terjadi karena apa yang Anda lakukan atau tidak Anda lakukan.

And juga akan cenderung untuk mengalami depresi pasca-melahirkan jika Anda depresi atau cemas selama masa mengandung, atau jika Anda punya baby blues setelah melahirkan. Faktor lain yang menyumbang peran dalam berkembangnya depresi pasca-melahirkan termasuk kelelahan fisik setelah melahirkan, penyesuaian emosional karena menjadi orang tua, atau kurang tidur.

Apa perbedaan antara depresi pasca-melahirkan dan depresi [klinis]?

Salah satu perbedaan adalah masalah waktu: depresi disebut dengan depresi pasca-melahirkan ketika ia terjadi selama masa setelah melahirkan bayi. Dan tidak seperti depresi yang tidak berkaitan dengan masa kehamilan, depresi pasca-melahirkan bertautan dengan perubahan hormonal yang terjadi setelah masa melahirkan anak. Para peneliti berpikir, bahwa perubahan mendadak kadar hormon setelah melahirkan bayi dapat memicu depresi pada wanita, karena perubahan yang lebih peka dalam pergeseran estrogen dan progesteron [dua hormon yang khas karena proses reproduksi pada wanita – penerjemah].

Apakah saya beresiko untuk mengalami depresi pasca-melahirkan?

Sejumlah wanita punya resiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi pasca-melahirkan. Pemrakira (predictor) dari depresi pasca-melahirkan adalah:

  • Depresi atau cemas selama masa kehamilan
  • Kejadian hidup yang menekan selama masa kehamilan atau segera setelah masa melahirkan
  • Pengalaman masa melahirkan yang traumatis
  • Melahirkan secara prematur
  • Bayi yang membutuhkan perawatan intensif segera setelah dilahirkan
  • Kurang dukungan sosial
  • Pernah mengalami depresi sebelumnya
  • Masalah dalam hal menyusui

Faktor resiko lain meliputi:

  • Baby blues setelah melahirkan
  • Kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan
  • Kelahiran bayi yang cacat atau masalah medis lainnya
  • Kelahiran bayi yang lebih dari satu (seperti kembar dua atau kembar tiga)
  • Riwayat keluarga dalam hal kesehatan jiwa
  • Menjadi orang tua tunggal
  • Kondisi ekonomi yang kurang mampu atau ketidakstabilan finansial
  • Kekerasan dalam rumah tangga
  • Tidak punya pekerjaan
  • Banyak perjanjian konsultasi medis selama masa kehamilan
  • Diabetes yang dialami sebelum atau selama masa kehamilan

Ingatlah bahwa faktor resiko tidak secara serta-merta menyebabkan depresi pasca-melahirkan. Banyak wanita dengan faktor resiko tidak pernah mengalami depresi klinis atau kecemasan, sementara yang lainnya dengan hanya satu faktor resiko (atau bahkan tanpa faktor resiko sama sekali) dapat berujung pada diagnosa depresi pasca-melahirkan.

Bagaimana depresi pasca-melahirkan diobati?

Pengobatan depresi pasca-melahirkan sama seperti halnya pengobatan untuk depresi sebelum atau selama masa kehamilan. Jika Anda punya gejala yang kurang kadar keparahannya, layanan kesehatan Anda mungkin akan menyarankan untuk menunggu dengan jadwal kontrol yang teratur. Jika gejala-gejala Anda bertambah parah, layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan terapi wicara, penggunaan antidepresan, atau keduanya.

Terapi wicara, konseling, atau psikoterapi, dapat berupa konsultasi tatap-muka satu lawan satu dengan terapis Anda atau dalam sebuah kelompok dengan wanita lain yang mengalami hal yang sama. Dalam terapi keluarga atau terapi pasangan, seorang terapis akan bekerjasama dengan Anda dan pasangan Anda atau dapat juga dengan anggota keluarga lainnya.

Antidepresan [obat medis untuk gangguan depresi – penerjemah] menyeimbangkan kimiawi otak yang mengatur alam perasaan Anda. Bicaralah dengan layanan kesehatan tentang perbedaan antara berbagai jenis antidepresan – kadang-kadang digunakan kombinasi untuk hasil yang terbaik. Anda mungkin mulai merasa lebih baik setelah meminum obat ini selama tiga atau empat minggu.

Antidepresan dapat menimbulkan efek samping, walaupun hal itu biasanya akan menghilang setelah jangka waktu yang pendek. Jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, atau jika depresi bertambah parah, beritahu layanan kesehatan Anda sesegera mungkin.

Sejumlah wanita memiliki depresi pasca-melahirkan yang sangat parah yang tidak terpengaruh oleh terapi wicara atau obat medis. Dalam kasus semacam ini, layanan kesehatan mungkin menyarankan terapi kejut listrik (electroconvulsive therapy – ECT). Dalam pengobatan ini, arus listrik lemah dialirkan melalui otak ketika sang pasien dalam keadaan terbius. Para ahli percaya pemberian arus listrik lemah ini menyebabkan perubahan kimiawi di otak yang meredakan gejala-gejala depresi.

Apakah aman untuk meminum antidepresan selama masa menyusui?

Merupakan hal yang aman untuk meminum antidepresan selama masa membesarkan anak. Obat medis ini diteruskan ke sang bayi melalui air susu ibu, akan tetapi kadarnya sangat rendah.

Selective serotonin reuptake inhibitors [SSRI – antidepresan yang mencegah penyerapan ulang zat penyampai pesan antar-sel-saraf secara selektif — penerjemah] merupakan pilihan yang paling aman dan seringkali diresepkan kepada ibu dalam masa menyusui yang punya masalah depresi. Obat medis lain yang digunakan untuk depresi yang juga aman mencakup serotonin norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI – antidepresan yang mencegah penyerapan ulang serotonin dan noreprinefrin — penerjemah) dan sebagian antidepresan trisiklik (tricyclic antidepressants – TCA).

Menurut beberapa penelitian, bayi yang disusui oleh ibu yang meminum antidepresan mungkin agak lebih mudah tersinggung atau punya kesulitan dalam hal menyusui atau tidur. Akan tetapi, sang bayi tersebut jika ibunya tidak mengobati depresinya akan punya masalah yang sama.

Jika Anda penasaran apakah perubahan dalam hal makan, tidur, atau perilaku sang bayi yang mungkin disebabkan oleh obat medis tersebut, konsultasilah dengan layanan kesehatan Anda. (Lanjutkan minum obat Anda kecuali layanan kesehatan tersebut menyuruh Anda untuk menghentikannya.)

Untuk penjelasan yang lebih rinci mengenai obat-obatan medis, silakan lihat bagan keamanan obat medis di masa menyusui.

Mengapa merupakan hal yang penting untuk mencari pengobatan?

Depresi yang tidak diobati dapat menyebabkan keterasingan, membingungkan, dan bahkan menakutkan jika kondisi Anda semakin parah. Kabar baiknya adalah depresi adalah sebuah penyakit yang sangat mungkin untuk tersembuhkan, maka Anda tidak perlu putus asa karena hal itu.

Pengobatan menyediakan dukungan yang Anda butuhkan untuk membuat Anda tetap teguh sehingga tidak terjatuh ke depresi yang dalam yang membuat Anda sukar untuk membebaskan diri. Juga, memiliki terapis dan layanan kesehatan yang memahami Anda dapat membantu Anda untuk merasa punya kawan. Dan merasa lebih baik berarti Anda dapat lebih punya ikatan dengan bayi Anda dan menjadi mampu untuk membesarkannya.

Jika layanan kesehatan Anda telah menyarankan untuk menunggu dalam pengawasan tenaga kesehatan, merupakan hal yang penting untuk melanjutkan berkonsultasi secara teratur selama Anda mengalami gejala-gejala penyakit ini, sehingga Anda dapat memulai terapi wicara atau mulai minum obat medis jika Anda merasa semakin buruk.

Apakah kecemasan pasca-melahirkan itu?

Banyak wanita dengan depresi pasca-melahirkan merasa cemas atau khawatir, tapi jika Anda punya perasaan cemas dan khawatir yang menetap yang semakin menguat yang menyebabkan stress akut dan menjauhkan Anda dari melakukan aktivitas sehari-hari, Anda mungkin mengalami gangguan kecemasan. Penelitian mutakhir telah menunjukkan bahwa 8,5 persen ibu yang mengalami depresi pasca-melahirkan punya kecemasan klinis.

Ketakutan yang umum mencakup kekhawatiran yang tidak bisa dikendalikan tentang kematian mendadak bayi atau ketakutan bahwa bayi Anda akan direnggut dari Anda. Anda mungkin khawatir secara berlebihan akan kritikan terhadap keterampilan mengasuh Anda, atau karena tak mendapatkan dukungan dari kawan atau keluarga Anda. Anda mungkin merasa sangat sadar-diri akan tubuh Anda sejak melahirkan dan takut untuk melakukan hal intim dengan pasangan Anda. Gangguan kecemasan dapat juga mempengaruhi kesehatan fisik Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin mengalami ketegangan otot atau punya masalah dengan tidur.

Pengobatan medis tersedia untuk gangguan kecemasan pasca-melahirkan, maka beritahu layanan kesehatan Anda sesegera mungkin jika Anda punya perasaan sangat cemas atau panik.

Bagaimana caranya agar saya dapat mengatasi depresi pasca-melahirkan?

Sebagai tambahan dari mendapatkan bantuan professional, berikut ini adalah beberapa cara untuk menjaga diri Anda ketika Anda mengalami depresi pasca-melahirkan:

  • Berbaik hatilah pada diri Anda
    Pastikan kebutuhan dasariah Anda tercukupi: Cobalah untuk tidur dan makan secara baik, dan lakukan apapun yang terbaik agar Anda tidak merasa bersalah. Mengalami depresi pasca-melahirkan bukan berarti Anda ibu yang buruk atau tidak menyayangi anak Anda. Setelah Anda memulai pengobatan, rasa bersalah dan putus asa ini seharusnya mulai menghilang.
  • Jangan terlalu banyak menuntut diri sendiri
    Jika Anda mengalami depresi klinis atau kecemasan, merupakan hal yang sangat sukar untuk bangkit dari tempat tidur dan menghadapi kondisi sehari-hari. Lunaklah terhadap diri Anda dan kerjakan hanya satu hal pada satu waktu.
  • Meminta dukungan
    Bagian dari menjadi ibu yang baik adalah mengetahui kapan untuk meminta bantuan, maka jangan takut untuk meminta hal itu selama masa-masa sulit ini. Biarkanlah pasangan Anda tahu tentang beragam cara untuk menolong, apakah itu mengasuh bayi, menangani pekerjaan rumah tangga, atau pergi bersama untuk berkonsultasi dengan dokter. Kerabat atau teman dekat mungkin juga dapat turut membantu. Tetaplah berkomunikasi dengan pasangan Anda dan bahaslah apa yang terjadi. Teleponlah kawan yang simpati. Bergabunglah dengan kelompok dukungan ibu atau kelompok dukungan depresi pasca-melahirkan, atau berbincang-bincanglah dengan para ibu tentang depresi pasca-melahirkan di komunitas pengasuhan. Anda mungkin terkejut akan berapa banyak wanita lain yang merasakan hal yang sama.
  • Hiburlah diri Anda
    Menjaga kesehatan fisik Anda kadang-kadang dapat membantu Anda merasa lebih baik di dalam diri. Memiliki pasangan atau kawan yang mengasuh bayi Anda sehingga Anda bisa mandi atau bersantai dengan mandi (relaxing bath).Beriaslah jika Anda memang sering begitu. Pergilah berbelanja hanya untuk diri Anda dan belilah sesuatu yang baru untuk lemari pakaian bayi Anda. Pakailah busana kesukaan pada hari-hari yang sulit untuk memberikan diri Anda peningkatan semangat.
  • Beristirahatlah
    Aktivitas yang sibuk akibat mengasuh bayi 24 jam 7 hari seminggu dapat membuat Anda sangat kelelahan. Sayangnya, ibu dengan kondisi depresi pasca-melahirkan seringkali tak dapat tidur ketika mereka menginginkannya. Tapi merupakan hal yang penting untuk jeda dan beristirahat, bahkan jika Anda hanya membaca majalah atau menonton TV. Gunakan 10 menit tidur siang sangat membantu. Pertimbangkan untuk mempekerjakan asisten pasca-melahirkan atau pengasuh yang berpengalaman dengan bayi yang baru lahir, atau mintalah kepada kerabat atau kawan Anda untuk mengawasi bayi Anda selama satu jam saja atau lakukan hal itu selama beberapa waktu setiap hari.
    Catatan: Selalu tempatkan bayi Anda di permukaan tidur yang aman sebelum Anda jeda untuk beristirahat. Mengayun bayi Anda di lengan Anda selagi di kursi atau ranjang orang dewasa merupakan faktor resiko untuk sindroma kematian mendadak bayi (sudden infant death syndrome) dan jenis lain dari luka dan kematian terkait dengan tidur.
  • Perjalanan berbahaya ke luar
    Tempatkan bayi Anda di dorongan bayi dan berjalanlah berkeliling lingkungan Anda, atau temuilah seorang kawan di rumah makan terdekat. Udara segar, sinar matahari, dan percakapan akan membawa kebaikan bagi Anda dan bayi Anda. Bahkan jika sebuah tamasya yang singkat terlalu berat bagi Anda saat ini, keluar saja, tutup mata Anda dan ambil nafas dalam-dalam, atau duduklah di bawah sinar matahari selama beberapa menit.
  • Perlambat ritme hidup Anda
    Jangan menuruti hasrat untuk mencuci atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga Anda ketika bayi Anda tidur – pekerjaan rumah tangga bisa ditunda. Pesanlah makanan dari luar, atau mintalah kepada pasangan Anda untuk untuk mengambil pesanan itu ketika dalam perjalanan pulang. Jangan menuruti keinginan untuk memeriksa email atau telepon Anda, dan bersantailah dengan buku atau secangkir teh. Jika Anda sedang cuti kelahiran, jangan mengkhawatirkan semua pekerjaan yang menunggu di kantor – Anda akan kembali ke jalur Anda segera setelah semuanya beres.

Pasangan saya mengalami depresi pasca-melahirkan. Bagaimana caranya mempermudah hidup untuk dia?

Yang terpenting adalah pastikan bahwa pasangan Anda mendapatkan pengobatan yang layak. Anda tidak dapat mengatasi depresi pasca-melahirkan tanpanya, tapi Anda bias ada untuk itu bagi dirinya.

Dukungan Anda sangat penting bagi dirinya maka tawarkanlah bantuan kepada pasangan Anda ketika ia membutuhkannya dan janganlah hakimi dia. Anda dapat berbicara kepada ahli kandungan, bidan, atau terapis untuk mendapatkan informasi tentang kondisi dan pemahaman yang lebih baik akan apa yang sedang dia jalani.

Masa-masa depresi pasca-melahirkan adalah masa-masa yang sulit bagi pasangan, jadi pastikan Anda beristirahat dengan cukup dan jagalah baik-baik kesehatan Anda. Lagipula, Anda juga sibuk dengan kebutuhan bayi Anda. Dan penyesuaian menjadi orang tua yang baru menjadi sangat sulit ketika pasangan Anda mengalami depresi pasca-melahirkan, terutama jika Anda mengharapkan kehidupan keluarga yang bahagia setelah kelahiran bayi Anda.

Di manakah saya bisa mendapatkan informasi?

Untuk info lebih lanjut, Anda dapat menghubungi organisasi-organisasi ini:

Postpartum Support International

Koordinator yang menyediakan dukungan, semangat, dan info mengenai alam perasaan depresi pasca-melahirkan dan gangguan kecemasan serta dapat membantu Anda untuk menemukan sumber daya di masyarakat Anda.

Telepon bebas pulsa: (800) 944-4773

Postpartum Progress

Situs dan blog pemenang penghargaan yang menyediakan info mendalam dan dukungan untuk masa kehamilan serta ibu baru dengan kondisi kesehatan jiwa. Situs ini mencakup konten tentang kondisi yang dapat terjadi selama masa pasca-melahirkan seperti depresi, kecemasan, bipolar, dan psikosis, serta menawarkan pula bantuan untuk wanita yang menghadapi depresi setelah keguguran atau kematian karena kelahiran.

Artikel asli dalam Bahasa Inggris dapat dilihat di http://www.babycenter.com/0_postpartum-depression_227.bc .

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan