Seminar Awam “Penyebab Skizofrenia, Cara Kerja Obat, serta Penanganannya di Puskesmas Terdekat”

Map Unavailable

Date/Time
Date(s) - 25/04/2017
9:00 am - 12:30 pm

Location
Aula Desa Cipendawa

Categories



Didukung oleh Yayasan Kusumanto Setyonegoro.

Bersama Dr. dr. Nurmiati Amir, SpKJ(K) alias dr. Etty, psikiater senior dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Acara ini sepenuhnya gratis!

Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan yang paling berat. Penyakit ini menimbulkan resiko di sepanjang hidup pada kisaran 0,5 – 1 %. Jika masa awalnya lebih dini, maka akan menimbulkan kecenderungan untuk menjadi semakin berat, yang berakibat pada naiknya angka orang yang mengalaminya. Disabilitas mulai dari gejala negatif hingga berkurangnya daya pikir, adalah gejala yang lebih banyak menimbulkan keberfungsian dalam jangka panjang daripada waham dan halusinasi yang ekstrem yang seringkali menandai kekambuhan. Dampak sosial dan ekonomi dari penyakit ini luar biasa besar. Dampak pada diri orang yang mengalaminya beserta keluarganya dapat membinasakan. (Martin Stefan et al., An Atlas of Schizophrenia, 2002).

Dalam perjuangan pemulihan jangka panjang, seperti pada penyakit skizofrenia, apapun bisa terjadi. Gejala yang memburuk dan menimbulkan kesalahpahaman dengan orang lain, terganggunya relasi sosial dengan para tetangga, hilangnya pekerjaan keluarga yang membiayai pengobatan sang orang dengan skizofrenia, serta runtuhnya sendi-sendi dalam keluarga yang membuat rumah hanya menjadi tempat pelampiasan ketegangan emosional alih-alih tempat untuk saling memberikan dukungan.

Sebagai penyakit yang ditentukan oleh banyak variabel atau multifaktorial, pengetahuan tentang penyebab, mekanisme neurokimiawi, dan juga medikasi yang digunakan dalam pengobatan gangguan ini juga tidak kalah pentingnya dengan, misalnya, cara berkomunikasi yang empatik atau cara menangani stigma sosial. Ketahanan dalam keluarga secara menyeluruh, yang mencakup seluruh anggota keluarga, harus dibangun secara kukuh dan sinambung untuk memberikan dukungan bagi yang mengalami gangguan jiwa ini.

Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia,
Prof. Ascobat Gani, menyatakan bahwa beban ekonomi yang ditimbulkan oleh masalah kesehatan jiwa di Indonesia, berdasarkan
Riset Kesehatan Dasar 2007 adalah 20 trilyun rupiah pada tahun 2010.

Relasi dan komunikasi yang baik tidak mungkin dibangun di atas ketidaktahuan akan masalah yang dihadapi. Pengetahuan yang membuka wawasan akan gangguan jiwa sangatlah dibutuhkan untuk mengurangi kesalahpahaman yang terjadi ketika menghadapi permasalahan skizofrenia. Selain itu, pengalaman orang lain yang telah berhasil melewati “neraka” gangguan psikotik ini juga merupakan hal yang sangat bermakna, sebagaimana pengalaman berharga para pelaku rawat (caregiver) ketika menghadapi penyakit kejiwaan yang banyak menimbulkan disfungsi dalam hal produktivitas ini.

Untuk itu, maka Yayasan Cahaya Jiwa dengan ini kembali mengadakan program Seminar Awam Skizofrenia Kegiatan ke-2 untuk tahun 2017, kali ini dengan topik “Penyebab Skizofrenia, Cara Kerja Obat, serta Penanganannya di Puskesmas Terdekat” setelah berhasil dan disambut dengan antusias pada pelaksanaan seminar awam serupa pada tahun 2015-2016.

Catatan: Panitia tidak menyediakan makanan.

Bookings

Pemesanan tempat telah ditutup untuk kegiatan ini.

Tinggalkan Balasan