Seminar Awam “Perkenalan terhadap Gangguan Perkembangan pada Anak-Anak”

Map Unavailable

Date/Time
Date(s) - 14/02/2017
9:00 am - 12:00 pm

Location
Aula Kecamatan Cipanas (dari Istana Kepresidenan Cipanas naik sedikit)

Categories


Bersama dr. Chrisna Mayangsari, SpKJ, psikiater di RSUD Bekasi, Jawa Barat.

Gangguan otak, neurologis, psikiatrik dan gangguan perkembangan, kini dialami oleh sekitar 250 juta orang di negara-negara berkembang, dan jumlah ini terus bertambah seiring dengan bertambahnya angka harapan hidup. Sementara masih saja sebagian besar masyarakat di negara berkembang punya perhatian yang kurang memadai terhadap gangguan-gangguan semacam ini. Sikap negatif, purbasangka, dan stigma yang seringkali melingkupi gangguan-gangguan tersebut telah berkontribusi terhadap pengabaian semacam itu.

Akibat perlakuan yang kurang tepat jutaan manusia tersesat dalam disabilitas dan derita yang tak kunjung putus. Kondisi demikian mengakibatkan dampak yang sangat besar pada pengalamnya, keluarga, dan bangsa secara keseluruhan. (Institute of Medicine, Neurological, Psychiatric, and Developmental Disorders: Meeting the Challenge in the Developing World, 2001)

Gangguan perkembangan, sebagai salah satu gangguan di atas, merupakan kelompok kondisi psikiatrik yang berawal dari masa anak-anak yang melibatkan hendaya (impairment) serius pada wilayah yang berbeda-beda.  Kesehatan jiwa mengenal istilah gangguan perkembangan khusus – misalnya disleksia — yang mempengaruhi hanya satu area perkembangan, dan gangguan perkembangan pervasif — seperti autisme – yang mempengaruhi beberapa area perkembangan. (http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=11145)

Gangguan perkembangan hadir sejak usia yang sangat dini. Mereka biasanya menjadi lebih baik seiring usia, akan tetapi juga tetap membayangi sebagai ketidakmampuan yang berlanjut bahkan ketika sudah dewasa.

Tak dapat dielakkan lagi bahwa beban yang dialami oleh orang tua dengan anak yang punya gangguan semacam itu sangatlah besar. Pengetahuan yang minim atau tiada sama sekali merupakan hal yang dapat memperpanjang penderitaan pengalam dan orang yang menyayangi mereka. Informasi di media dismassif, seperti di Internet, yang banyak menggunakan jargon yang teknis dan sukar dimengerti merupakan sebuah penghalang yang besar bagi orang yang tinggal di daerah yang bahasa sehari-harinya tidak menggunakan peristilahan Barat, yang kosakatanya banyak dipakai secara medis untuk menjelaskan gangguan perkembangan tersebut.

Pemahaman dan akses yang terbatas terhadap sistem komunikasi yang pelik, yang diharapkan dapat menjadi jendela untuk memahami dunia anak-anak mereka yang lebih dalam menjadi sia-sia sama sekali. Sementara tindakan dan cara bersikap sebagai anggota keluarga, tentu saja, memerlukan pengetahuan yang rasional ketimbang klenik dan asumtif – yang sumber daya manusianya justru melimpah — menjadikan masalah ini sebagai masalah yang dilematis dan khas bagi masyarakat yang tinggal di luar Jakarta.

Karena desakan kebutuhan yang sangat besar untuk memahami apa itu gangguan perkembangan pada anak-anak dari sudut pandang medis, maka diperlukan adanya suatu seminar yang menjelaskan secara gamblang dengan bahasa yang sederhana tentang apa gangguan tersebut. Terbukanya suatu pengetahuan akan hal itu merupakan selarit cahaya yang membawa harapan bagi tumbuh-kembang anak-anak mereka ke depannya.

Oleh Karena itu Yayasan Cahaya Jiwa bekerjasama dengan SLB BC Purnama Cipanas, bermaksud mengadakan kegiatan Seminar  Awam “Perkenalan terhadap Gangguan Perkembangan pada Anak-Anak.”

Bookings

Pemesanan tempat telah ditutup untuk kegiatan ini.

Tinggalkan Balasan