Gangguan Kecemasan Sosial: Lebih dari Sekadar Rasa Malu

Oleh National Institute of Mental Health


Pendahuluan

Apakah Anda sangat takut untuk dinilai oleh orang lain?

Apakah Anda merasa sangat sadar-diri dalam situasi sosial sehari-hari?

Apakah Anda menghindar dari pertemuan dengan orang baru?

Jika Anda merasa seperti itu selama sekurang-kurangnya enam bulan dan membuat perasaan tersebut menyulitkan Anda untuk melakukan tugas sehari-hari – seperti bicara dengan orang lain di pekerjaan atau sekolah – Anda mungkin mengalami gangguan kecemasan sosial [yang dalam istilah lama disebut sebagai fobia sosial – penerjemah].

Gangguan kecemasan sosial (atau fobia sosial) adalah sebuah kondisi kesehatan jiwa. Kondisi ini merupakan ketakutan yang kuat dan terus-menerus merasa diawasi dan dinilai oleh orang lain. Ketakutan semacam ini dapat mempengaruhi pekerjaan, sekolah, dan aktivitas harian lainnya. Kondisi ini bahkan dapat menyulitkan untuk membentuk dan menjaga pertemanan. Namun gangguan kecemasan sosial tidak harus menghentikan Anda dari mencapai potensi penuh Anda. Pengobatan dapat membantu Anda untuk mengatasi gejala-gejala yang Anda alami.


Bagaimana Rasanya Mengalami Gangguan Kecemasan Sosial?

“Di sekolah, saya selalu merasa takut untuk ditunjuk oleh guru, bahkan jika saya tahu jawabannya. Saya tidak ingin merasa orang lain berfikir bahwa saya bodoh atau membosankan. Jantung saya akan berdebar-debar dan saya akan merasa pusing dan mual. Ketika saya telah mendapatkan pekerjaan, saya benci untuk bertemu pimpinan saya atau bicara di sebuah rapat. Saya tidak dapat menghadiri resepsi pernikahan sahabat saya karena saya takut untuk bertemu dengan orang yang belum saya kenal. Saya mencoba untuk menenangkan diri dengan meminum beberapa gelas anggur sebelum acara, dan kemudian saya mulai minum setiap hari untuk mencoba menghadapi apa yang harus saya lakukan.”

“Saya akhirnya bicara dengan dokter saya karena saya merasa lelah merasa seperti ini terus dan saya merasa khawatir bahwa saya akan kehilangan pekerjaan saya. Sekarang saya meminum obat dan bertemu dengan konselor untuk membicarakan cara untuk menangani katakutan saya. Saya menolak untuk menggunakan alkohol untuk melarikan diri dari ketakutan saya dan saya sedang dalam proses untuk menjadi lebih baik.”


Apakah Gangguan Kecemasan Sosial Itu?

Gangguan kecemasan sosial adalah jenis gangguan kecemasan yang umum. Seseorang dengan gangguan kecemasan sosial merasakan gejala kecemasan atau ketakutan dalam situasi sosial tertentu atau dalam semua situasi sosial, seperti bertemu dengan orang baru, berkencan, dalam wawancara kerja, menjawab pertanyaan di kelas, atau bicara dengan kasir di toko. Melakukan hal sehari-hari di muka orang lain – seperti makan atau minum atau menggunakan toilet umum – juga dapat menimbulkan kecemasan atau ketakutan. Orang yang bersangkutan takut kalau ia akan dipermalukan, dinilai, atau ditolak.

Ketakutan yang dirasakan oleh orang dengan gangguan kecemasan sosial sangat kuat sehingga mereka merasa bahwa mereka tidak punya kemampuan untuk mengendalikannya. Hasilnya, hal itu berpengaruh pada kinerja mereka di tempat kerja, sekolah, atau ketika melakukan hal sehari-hari. Orang dengan gangguan kecemasan sosial dapat mencemaskan hal-hal tersebut dan hal-hal lainnya berminggu-minggu sebelum semua itu terjadi. Kadang-kadang mereka akhirnya memilih untuk menjauh dari tempat atau acara di mana mereka pikir mereka harus melakukan sesuatu yang dapat membikin mereka malu.

Beberapa orang dengan gangguan ini tidak punya kecemasan dalam situasi sosial tapi punya kecemasan dalam hal kinerja. Mereka merasa punya gejala fisik dari kecemasan dalam situasi tertentu seperti ketika berbicara di depan umum, melakukan olahraga permainan, berdansa, atau ketika memainkan alat musik di atas panggung.

Gangguan kecemasan sosial biasanya mulai pada usia muda pada orang yang punya sifat sangat pemalu. Gangguan kecemasan sosial adalah gangguan yang sangat umum; penelitian membuktikan bahwa sekitar 7 persen penduduk di Amerika Serikat mengalami gangguan ini. Tanpa pengobatan, gangguan kecemasan sosial dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama bahkan seumur hidup dan dapat mencegah seseorang dari meraih potensi penuhnya.


Apa Sajakah yang Merupakan Tanda dan Gejala dari Gangguan Kecemasan Sosial?

Ketika harus tampil di hadapan ataupun di sekitar orang lain, orang dengan gangguan kecemasan sosial cenderung untuk:

  • Mukanya menjadi memerah, berkeringat, gemetar, jantung berdebar-debar, atau merasa bahwa “pikiran mereka menjadi kosong.”
  • Merasa mual pada lambung mereka
  • Menunjukkan postur tubuh yang kaku, sedikit kontak lewat mata, atau bicara dengan suara yang sangat perlahan
  • Menemui kenyataan bahwa merupakan hal yang menakutkan dan sukar untuk bersama-sama dengan orang lain, terutama dengan mereka yang belum dikenal sama sekali, serta sukar untuk bicara dengan mereka bahkan jika mereka berharap bahwa mereka bisa melakukannya
  • Menjadi sangat sadar-diri di muka orang lain serta merasa malu dan kikuk
  • Merasa sangat takut bahwa orang lain akan menilai mereka
  • Menjauh dari tempat di mana ada orang lain


Apakah yang Menyebabkan Gangguan Kecemasan Sosial?

Gangguan kecemasan sosial kadang-kadang ada kaitannya dengan genetika dalam keluarga, tapi tak ada yang tahu pasti mengapa sejumlah anggota keluarga mengalaminya dan yang lainnya tidak. Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa bagian dari otak terlibat dalam mekanisme rasa takut dan cemas. Sejumlah peneliti berpendapat bahwa salah-membaca-ekspresi orang lain dapat berperan dalam timbulnya atau semakin parahnya kecemasan sosial. Contohnya, Anda mungkin berfikir bahwa orang yang menatap atau memberengut kepada Anda padahal mereka tidak bermaksud begitu. Kemampuan sosial yang belum berkembang adalah faktor lain yang dapat menyumbang peranan terhadap kecemasan sosial. Contohnya, Anda mungkin melemah semangatnya setelah berbicara dan mungkin khawatir untuk melakukan hal yang sama di masa depan. Dengan cara mempelajari lebih lanjut tentang rasa takut dan cemas dalam otak, para ilmuwan dapat membuat pengobatan yang lebih baik. Para peneliti juga mencari cara setelah diketahui bahwa stres dan faktor lingkungan juga ikut memainkan peranan terhadap hal itu.


Bagaimana Caranya Mengobati Gangguan Kecemasan Sosial?

Pertama, bicaralah dengan dokter Anda atau dengan profesional kesehatan tentang gejala-gejala Anda. Dokter Anda seharusnya melakukan beberapa tes dan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda untuk meyakinkan bahwa masalah fisik yang tidak berkaitan tidak menyebabkan gejala-gejala kecemasan sosial tersebut. Dokter Anda mungkin merujuk Anda ke spesialis kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, pekerja sosial klinis, atau konselor. Langkah pertama untuk pengobatan efektif adalah dengan membuat diagnosis, biasanya oleh spesialis kesehatan jiwa.

Gangguan kecemasan sosial secara umum tersembuhkan dengan psikoterapi (kadang-kadang disebut sebagai “terapi wicara”), obat medis, atau keduanya. Bicaralah dengan dokter Anda atau layanan kesehatan tentang pengobatan terbaik untuk Anda. Jika layanan kesehatan Anda tidak menyediakan sistem rujukan, kunjungi laman Bantuan NIMH untuk Penyakit Kejiwaan di www.nimh.nih.gov/findhelp untuk menemukan sumber-daya yang mungkin membantu.


Psikoterapi

Sebuah psikoterapi yang disebut dengan terapi pengubahan pikiran dan perilaku (cognitive behavioral
therapy —
CBT) sangat berguna untuk mengobati gangguan kecemasan sosial. CBT mengajarkan Anda untuk berpikir, berperilaku, dan bereaksi secara berbeda terhadap situasi yang mungkin membantu Anda sehingga mengurangi rasa cemas dan takut Anda. Terapi ini juga dapat membantu Anda untuk mempelajari dan mempraktekkan keterampilan sosial. CBT yang diberikan dalam format kelompok biasanya lebih membantu. Untuk informasi lebuh lanjut tentang psikoterapi, silakan kunjungi
www.nimh.nih.gov/health/topics/psychotherapies.


Kelompok Dukungan

Banyak orang dengan kecemasan sosial menyadari bahwa kelompok dukungan juga berguna. Dalam sekelompok orang yang sama-sama punya gangguan kecemasan sosial, Anda dapat menerima masukan yang jujur dan tanpa bias tentang bagaimana orang lain melihat diri Anda. Melalu cara ini, Anda dapat belajar bahwa pikiran Anda yang terdistorsi dan tidak nyata bereaksi terhadap penilaian dan penolakan. Anda juga dapat belajar bagaimana orang lain dengan gangguan kecemasan sosial melakukan pendekatan dan mengatasi ketakutan dalam berbagai situasi sosial.


Obat-Obatan Medis

Ada tiga jenis obat medis yang digunakan untuk membantu penyembuhan gangguan kecemasan sosial:

  • Obat anti-kecemasan
  • Antidepresan
  • Penghambat-Beta (Beta-blockers)

Obat anti-kecemasan adalah obat yang efektif dan mulai bekerja segera untuk mengurangi perasaan cemas; namun obat semacam ini biasanya tidak diminum dalam jangka waktu yang panjang. Kekebalan terhadap obat ini dapat terbentuk jika diminum dalam jangka panjang serta akan membuat orang tersebut membutuhkan dosis yang makin lama makin tinggi untuk mendapatkan efek yang sama. Sejumlah orang bahkan dapat menjadi tergantung terhadap obat ini. Untuk menghindari masalah ini, dokter biasanya meresepkan obat anti-kecemasan untuk periode yang singkat, hal yang justru punya manfaat bagi manula.

Antidepresan terutama digunakan untuk mengobati depresi, namun berguna juga untuk gejala-gejala gangguan kecemasan sosial. Berlawanan dengan obat anti-kecemasan, antidepresan mungkin perlu beberapa minggu untuk mulai bekerja. Antidepresan dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti sakit kepala, mual, dan sukar tidur. Efek samping – efek samping ini biasanya tidak parah bagi kebanyakan orang, terutama jika diawali dengan dosis rendah dan ditingkatkan secara perlahan-lahan. Bicaralah dengan dokter Anda tentang efek samping yang mungkin Anda alami.

Penghambat-Beta adalah obat medis yang dapat membantu menghambat gejala-gejala fisik dari kecemasan pada tubuh, seperti peningkatan denyut jantung, berkeringat, atau gemetar. Penghambat-Beta pada umumnya obat yang dijadikan pilihan jika tipe kecemasan sosialnya adalah tipe “kecemasan kinerja” [di tempat kerja, di sekolah, dsb – penerjemah].

Dokter Anda akan bekerja sama dengan Anda untuk menemukan obat, dosis, dan jangka waktu pengobatan yang terbaik. Banyak orang dengan gangguan kecemasan sosial mendapatkan hasil yang terbaik dengan kombinasi antara obat medis dan CBT atau psikoterapi.

Jangan menyerah terlalu cepat. Baik psikoterapi dan obat medis membutuhkan waktu untuk bekerja. Gaya hidup yang sehat dapat juga membantu memerangi kecemasan. Pastikan untuk tidur cukup dan berolahraga, makan diet yang sehat, dan akrablah dengan keluarga dan kawan-kawan yang Anda percaya untuk mendukung Anda.

Untuk informasi mendasar tentang hal ini dan tentang obat kesehatan jiwa lainnya, silakan kunjungi www.nimh.nih.gov/health/topics/mental-health-medications. Kunjungi juga situs web Badan POM Amerika Serikat (Food and Drug Administration) di www.fda.gov/ untuk informasi terkini mengenai peringatan, panduan obat-obatan bagi pasien, dan obat yang baru disetujui oleh mereka.


Informasi Lebih Lanjut

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:

Medline Plus (National Library of Medicine) http://medlineplus.gov/
(En Espanol:
http://medlineplus.gov/spanish

Untuk info mengenai uji klinis obat medis, silakan kunjungi:
ClinicalTrials.gov:
https://clinicaltrials.gov
(En Espanol:
http://salud.nih.gov/investigacion-clinica/) )

Untuk informasi lebih jauh mengenai kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa, sumber daya, dan penelitian, silakan kunjungi situs web NIMH(www.nimh.nih.gov).


Menemukan Bantuan

Jika Anda punya pertanyaan seputar panduan ini atau mengenai publikasi NIMH lainnya, silakan hubungi NIMH Information Resource Center di 1–866–615–6464 atau lewat e-mail ke nimhinfo@nih.gov.


National Institute of Mental Health

Office of Science Policy, Planning, and
Communications Science Writing, Press and Dissemination Branch
 
6001 Executive Boulevard
Room 6200, MSC 9663
Bethesda, MD 20892–9663
Telp.:
301–443–4513 or 1–866–615–NIMH (6464) bebas-pulsa
TTY: 301–443–8431 or 1–866–415–8051 bebas-pulsa
FAX: 301–443–4279
E-mail:
nimhinfo@nih.gov
Website:
www.nimh.nih.gov


U.S. DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES
 
National Institutes of Health
NIH Publication No. QF 16–4678


Artikel dan buku kecil dalam Bahasa Inggris dapat diakses di
https://www.nimh.nih.gov/health/publications/social-anxiety-disorder-more-than-just-shyness/index.shtml

Print Friendly, PDF & Email

One thought on “Gangguan Kecemasan Sosial: Lebih dari Sekadar Rasa Malu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.