Gangguan Panik: Ketika Rasa Takut Tak Terkira

 

Naskah asli dalam Bahasa Inggris dapat dilihat di https://www.nimh.nih.gov/health/publications/panic-disorder-when-fear-overwhelms/index.shtml

Penerjemah            : Hendra (Toolsmax@gmail.com)
Penyunting Istilah  : Anta Samsara (anta.samsara@gmail.com)

Apakah anda kadang-kadang mengalami serangan kecemasan dan ketakutan tak terkira selama beberapa menit? Mungkin pada saat itu jantung anda berdetak sangat kencang, berkeringat, dan merasa tidak dapat bernafas dan berfikir. Apakah serangan ini dapat muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas, dan menyebabkan anda cemas bahwa hal itu mungkin akan terjadi lagi di waktu yang lain?

Jika hal seperti itu yang terjadi maka kemungkinan anda mengalami masalah kecemasan yang disebut gangguan panik. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, gangguan panik dapat menurunkan kualitas hidup anda karena hal tersebut dapat mengarah kepada ketakutan yang lain dan gangguan kesehatan jiwa lainnya, juga menimbulkan masalah di tempat kerja atau di sekolah dan juga keterasingan dari masyarakat (isolasi sosial).

Seperti Apa Gangguan Panik Itu?

“Suatu hari, tanpa ada tanda-tanda yang menjadi peringatan atau sebab yang jelas, tiba-tiba muncul perasaan cemas yang luar biasa. Saya merasa tidak dapat menarik nafas, betapapun saya berusaha untuk itu. Jantung saya berdetak kencang dan dada terasa sesak, dan terfikir kalau saya bisa mati saat itu. Saya berkeringat dan merasa pusing. Saya merasa tidak dapat mengendalikan perasaan ini, dan seperti tenggelam saja rasanya dan saya sama sekali tidak dapat berpikir dengan baik.

Setelah beberapa saat yang saya rasakan seperti hampir selamanya, nafas saya melambat dan saya bisa melepaskan rasa takut dan mulai merasa lega. Namun saya benar-benar merasa kelelahan sesudah itu. Serangan ini dapat terjadi setiap satu atau dua minggu, hampir saya merasa dibuat gila karenanya. Sahabat-sahabat saya menjadi perduli atas keadaan itu, dan menyarankan saya untuk mencari pertolongan dokter.”

Apakah Gangguan Panik Itu?

Mereka yang memiliki gangguan panik seringkali dapat terserang rasa takut luar biasa yang dapat berlangsung beberapa menit. Inilah yang disebut serangan panik. Serangan panik dicirikan dengan munculnya rasa takut bahwa bencana akan terjadi atau adanya ketidakmampuan mengendalikan diri sekalipun sebenarnya tidak ada sesuatu yang buruk yang benar-benar terjadi. Seseorang dapat merasakan sensasi fisik yang kuat selama serangan panik berlangsung. Sensasi fisik itu mungkin terasa seperti mengalami serangan jantung. Serangan panik dapat terjadi kapanpun, dan mereka yang mengalami serangan seperti ini dapat menjadi khawatir dan ketakutan jika hal tersebut sewaktu-waktu dapat terulang kembali.

Mereka dengan gangguan seperti ini menjadi tidak bersemangat dan merasa malu, karena merasa tidak dapat melakukan pekerjaan rutin yang biasa seperti pergi ke sekolah, bekerja, pergi ke toko, atau mengemudikan kendaraan.

Gangguan panik dapat terjadi pada akhir usia remaja atau awal usia dewasa. Lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Namun tidak setiap orang yang mengalami serangan panik akan mengembangkan/mengalami gangguan panik.

Apa yang Menyebabkan Gangguan Panik?

Gangguan panik bisa saja diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga, namun tidak diketahui persis siapa saja di dalam keluarga yang dapat mengalami gangguan ini dan siapa saja yang tidak akan mengalaminya. Para peneliti menemukan ada beberapa bagian pada otak, dan juga proses biologis memainkan peranan penting sebagai penyebab gangguan tersebut. Beberapa peneliti yang lain berpendapat bahwa mereka yang menderita gangguan ini menanggapi berbagai macam sensasi biasa sebagai ancaman. Dengan mempelajari secara seksama bagaimana otak dan tubuh berfungsi pada gangguan ini, para ilmuwan dapat mengharapkan cara penanganan masalah tersebut dengan lebih baik. Peneliti juga mempelajari bagaimana pengaruh stres dan peran lingkungan pada masalah ini.

Apa Tanda-Tanda & Gejala Gangguan Panik?

Mereka yang memiliki gangguan panik dapat menunjukan:

  • Serangan panik yang tiba-tiba dan berulang-ulang disertai perasaan cemas dan rasa takut yang sangat kuat.
  • Merasa tidak dapat mengendalikan diri, ada rasa takut mati, atau sama sekali tidak berdaya pada saat adanya serangan.
  • Gejala fisik selama serangan dapat meliputi jantung yang berdebar keras atau berdenyut sangat cepat, berkeringat, kedinginan, gemetar, sesak nafas, lemas dan pusing, tangan kesemutan atau kebas, sakit di bagian dada dan perut, serta mual.
  • Kecemasan yang hebat tentang kapan serangan itu akan terjadi kembali.
  • Menghindari tempat-tempat dimana serangan seperti itu pernah dialami. 

Bagaimana Gangguan Panik Dapat Diobati ?

Pertama, bicaralah dengan dokter anda tentang gejala-gejala yang anda alami. Dokter anda akan melakukan beberapa pemeriksaan dan meneliti riwayat kesehatan anda untuk memastikan tidak ada masalah fisik lain yang dapat saja menjadi penyebab masalah tersebut. Dokter anda dapat memberi anda rujukan kepada spesialis kesehatan jiwa seperti psikater atau psikolog.

Pada umumnya gangguan panik dapat ditangani melalui psikoterapi [yaitu terapi wicara – penyunting], obat-obatan medis, atau keduanya. Bicaralah pada dokter anda, mana yang terbaik bagi anda.

Psikoterapi

Ada satu bentuk terapi kejiwaan, psikoterapi yang disebut Cognitive Behavioral Therapy (CBT – yaitu terapi pengubahan sudut pandang dan perilaku — penyunting) sebagai terapi pertama yang sangat berguna untuk mengatasi masalah seperti ini. CBT melatih anda untuk dapat berpikir, berperilaku, dan bereaksi secara berbeda dalam menghadapi serangan panik. Serangan tersebut dapat hilang setelah anda belajar untuk bereaksi secara berbeda terhadap berbagai sensasi fisik dan rasa takut yang terjadi selama serangan panik.

Untuk informasi tentang psikoterapi silakan lihat di http://www.nimh.gov/health/topics/psychoterapies

Obat Medis. Dokter dapat memberikan anda beberapa tipe obat untuk mengatasi masalah gangguan panik ini:

  • Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRIs),
  • Serotonin-Norephinephrien Reuptake Inhibitor (SNRIs),
  • Penghambat Beta (Beta Blockers)
  • Benzodiazepin

SSRIs dan SNRIs adalah obat yang umum digunakan untuk mengatasi depresi, namun juga sangat berguna untuk mengatasi gejala-gejala serangan gangguan panik. Obat-obat medis tersebut membutuhkan waktu beberapa pekan untuk dapat dirasakan khasiatnya. Obat-obatan ini bisa menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, mual, dan susah tidur. Efek samping ini biasanya tidak terlalu parah untuk sebagian orang, terutama apabila pengobatan dimulai dari dosis rendah dan baru kemudian ditingkatkan dosisnya dari waktu ke waktu. Bicarakan dengan dokter anda tentang efek samping ini.

Obat lain yang dapat digunakan adalah penghambat beta (beta blockers) yang dapat membantu anda untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul pada gangguan panik, seperti detak jantung yang cepat. Meskipun demikian dokter jarang meresepkan penghambat beta untuk gangguan panik, namun obat ini mungkin dapat membantu untuk situasi-situasi tertentu sebelum serangan panik terjadi.

Benzodiazepin, yang merupakan obat dengan efek menidurkan, sangat efektif dalam mengurangi gejala-gejala serangan panik, namun obat ini dapat menghasilkan resistensi dan kertegantungan obat jika anda menggunakannya dalam jangka waktu yang lama. Oleh sebab itu dokter anda hanya akan memberikan obat ini untuk jangka waktu yang pendek jika memang diperlukan.

Dokter anda akan bekerjasama dengan anda untuk menemukan obat dan dosis yang terbaik bagi anda.

Untuk informasi lebih lengkap tentang obat-obatan ini anda dapat melihat di http://www.nimh.nih.gov/health/topics/mental-health-medication. Anda juga dapat melihatnya pada situs web badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (http://www.fda.gov) untuk informasi terbaru tentang peringatan, panduan pengobatan pada pasien, atau obat-obat medis yang baru disetujui untuk beredar.

Jangan pernah menyerah dari usaha untuk sembuh. Psikoterapi dan obat-obatan medis membutukan waktu untuk dapat bekerja dengan baik. Gaya hidup sehat juga dapat kita gunakan untuk mengatasi masalah ini. Pastikan untuk selalu cukup tidur dan olahraga, cukup makanan bergizi, dan selalu ada keluarga dan teman yang membantu anda mengatasi masalah ini.

Mencari Bantuan

Pencari Lokasi Program Bantuan Kesehatan Jiwa

Kantor Penyalahgunaan Obat dan Layanan Kesehatan Jiwa (Substance Abuse dan Mental Health Services Administration — SAMSHA) menyediakan sumber daya daring (online) untuk menemukan tempat/lokasi dimana tersedia fasilitas dan program kesehatan jiwa. Bagian Penelusur Lokasi Pengobatan Kesehatan Jiwa (The Mental Health Treatment Locator) pada Penelusur Lokasi Layanan Pengobatan Kesehatan Perilaku (Behavioral Health Treatment Services Locator) memberikan daftar fasilitas-fasilitas yang memberikan layanan kesehatan jiwa kepada orang yang mengalami penyakit kejiwaan. Temukan fasilitas tersebut di negara bagian anda di https://findtreatment.samhsa.gov/ dan untuk sumber informasi tambahan, silakan kunjungi www.nimh.gov/findhelp .

Pertanyatan yang Dapat Diajukan kepada Dokter Anda

Bertanya dan memberikan informasi kepada dokter dapat sangat membantu penyedia jasa layanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anda. Berbicara kepada dokter akan membangun sikap saling percaya dan dapat mengarah kepada hasil, kualitas, keamanan, dan kepuasan yang lebih baik. Kunjungi situs web Badan Peneliti Layanan Kesehatan dan Kualitas di http://www.ahrq.gov/patients-consumers/index.html .

CETAK ULANG

Publikasi ini berada pada ranah publik dan dapat direproduksi atau disalin tanpa harus meminta izin terlebih dahulu dari NIMH. Kutipan terhadap NIMH sebagai sumber tulisan akan sangat dihargai. Kami menyarankan kepada Anda untuk mereproduksi dan menggunakan tulisan di atas sebagai upaya Anda untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Walaupun demikian, menggunakan materi yang berasal dari lembaga pemerintah secara tidak benar dapat meningkatkan kaitan dengan masalah hukum dan etika, maka kami meminta kepada Anda untuk menggunakan panduan seperti berikut ini:

  • NIMH tidak mengiklankan atau menyarankan produk, proses, atau layanan komersial, dan publikasi kami hendaknya jangan digunakan untuk membuat iklan atau untuk memperkuat posisi komersial tertentu.
  • NIMH tidak menyediakan rujukan, rekomendasi nasehat, atau pengobatan medis tertentu; materi kami hendaknya tidak digunakan untuk tujuan penyediaan informasi semacam itu.
  • NIMH meminta agar organisasi di luar pemerintah tidak mengubah publikasi kami dalam cara mengancam integritas dan mengancam “merek dagang” tertentu ketika menggunakan publikasi ini.
  • Penambahan logo dan tautan situs web non-pemerintah tidak memperkuat posisi komersial produk atau layanan tertentu, atau layanan serta pengobatan medis tertentu.
  • Gambar-gambar yang digunakan dalam publikasi adalah model dan hanya digunakan sebagai tujuan ilustratif. Penggunaan gambar-gambar tertentu adalah perbuatan yang dilarang.

Jika Anda punya pertanyaan terkait dengan panduan ini serta penggunaan publikasinya, silakan hubungi Pusat Sumber Daya Informasi NIMH (NIMH Information Resource Center) di 1-866-615-6464 atau ke email nimhinfo@nih.gov.

Untuk informasi lebih lanjut tentang gangguan obsesif-kompulsif silakan kunjungi:

Medline Plus (National Library of Medicine)
http://medlineplus.gov
(En Espanol: http://medlineplus.gov/spanish)

Untuk informasi mengenai uji klinis, silakan kunjungi:
ClinicalTrials.govhttp://www.clinicaltrials.gov
(En Espanol: http://salud.nih.gov/investigacion-clinica/)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi-kondisi yang mempengaruhi kesehatan jiwa, sumber daya, dan penelitian, silakan kinjungi situs web NIMH di (http://www.nimh.nih.gov).

National Institute of Mental Health
Office of Science Policy, Planning, and Communications
Science Writing, Press, and Dissemination Branch
6001 Executive Boulevard
Room 6200, MSC 9663
Bethesda, MD 20892-9663
Phone: 301-443-4513 or
1-866-615-NIMH (6464) bebas pulsa
TTY: 301-443-8431 or
1-866-415-8051 bebas pulsa
Fax: 301-443-4279
Email: nimhinfo@nih.gov
Situs web: http://www.nimh.nih.gov

U.S. DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES 
National Institutes of Health
Publikasi NIH No. QF 16-4679
Direvisi pada Tahun 2016

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply