Pencegahan Bunuh Diri dan Gangguan Alam Perasaan: Memahami Niat untuk Bunuh Diri

Oleh Situs Depression and Bipolar Support Alliance (DBSA)

[Pengubahan terjemahan, jika diperlukan, hanya berupa penyesuaian terhadap nama lembaga dan nomor kontak terhadap situasi di Indonesia, misalnya primary care tidak diterjemahkan menjadi layanan dasar melainkan Puskesmas. — penerjemah].

 

 Niat untuk bunuh diri itu sementara.
Kematian karena bunuh diri itu permanen.
Jangan menyerah pada keinginan untuk bunuh diri.
Anda dapat mengatasinya.

 Jika depresi atau gangguan bipolar (yang disebut juga sebagai manik depresi) mempengaruhi Anda atau seseorang yang Anda kenal, Anda tahu bahwa salah satu gejala dari penyakit ini adalah merasa putus asa dan berpikir untuk bunuh diri. Jika pikiran semacam itu terjadi, ada beberapa cara untuk merespon dengan kemampuan dan keberanian [Anda]. Banyak tindakan bunuh diri dapat dicegah dengan kebaikan dan kepedulian, pengobatan, serta dukungan.

 

BERIKUT ADALAH BEBERAPA FAKTA YANG HARUS DIINGAT:

  • Gangguan alam perasaan/suasana hati bukanlah kecacatan karakter atau pertanda kelemahan diri seseorang, bukan juga kondisi yang akan “pergi begitu saja” jika orang tersebut “berpikir positif.”
  • Gangguan alam perasaan/suasana hati disebabkan oleh perubahan kimiawi pada tubuh dan otak. Depresi dan gangguan bipolar dapat menyebabkan gejala-gejala seperti rasa sedih yang dalam, rasa putus asa, kurang energi, kehilangan selera, perubahan dalam pola tidur, tidak mampu untuk berkonsentrasi, kemampuan yang menurun untuk melakukan tugas sehari-hari yang biasa, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya dinikmati serta memikirkan kematian atau bunuh diri yang sulit untuk diabaikan atau diatasi.
  • Depresi atau gangguan bipolar dapat diatasi dengan obat medis, psikoterapi [terapi wicara], dukungan dari orang lain dan perubahan gaya hidup. Dengan pengobatan yang tepat, semua gejala dapat ditangani, termasuk niat untuk bunuh diri.
  • Tindakan bunuh diri seringkali merupakan usaha putus asa yang merupakan ekspresi dari gangguan alam perasaan. Selama depresi berat atau mania [perasaan sangat gembira karena kadar alam perasaan berada di atas normal – penerjemah], seseorang tersebut bisa jadi hanya punya sedikit (atau tidak sama sekali) kendali atas rasa sakit dan atas gangguan pikiran/perasaan tersebut. Ini merupakan gejala dari penyakit tersebut, dan bukan merupakan bagian dari diri orang tersebut.

 

BEBERAPA FAKTA TENTANG PENGOBATAN:

Ada berbagai macam obat dan terapi yang berbeda-beda yang tersedia untuk hal ini.

Pengobatan akan efektif dalam hal mengurangi dan mencegah gejala-gejala gangguan alam perasaan.

Menemukan pengobatan yang tepat dapat membutuhkan waktu. 

Orang yang berbeda berespon secara berbeda terhadap obat dan terapi. Obat-obatan biasanya membutuhkan waktu dua hingga empat minggu untuk mengurangi gejala-gejala dan dapat membutuhkan beberapa minggu lagi untuk membuat kesembuhan yang total. Sejumlah orang membutuhkan lebih dari satu obat atau beberapa kombinasi sebelum mereka menemukan formula pengobatan yang terbaik. Ingatlah untuk bekerjasama dengan dokter Anda untuk mengembangkan sebuah rencana pengobatan: Jangan pernah menghentikan obat tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu bersama dokter Anda.

Jangan patah semangat jika gejala-gejala yang pernah Anda alami kembali lagi. 

Episode singkat yang kambuh jangan dijadikan ancaman terhadap pemulihan Anda jika Anda tetap berkomunikasi dengan professional kesehatan, tetaplah bekerjasama untuk menemukan rencana pengobatan yang tepat dan ikutilah rencana pemulihan tersebut.

 

JIKA ANDA BERNIAT UNTUK BUNUH DIRI

Keyakinan bahwa tak ada harapan adalah kepercayaan yang bukan realitas. Jika Anda merasa seperti ini, yang berbicara demikian adalah penyakit Anda – pikiran Anda sedang berdusta kepada Anda. Ingatkan diri Anda sendiri bahwa niat untuk bunuh diri bukanlah kenyataan.

Jika Anda berniat untuk bunuh diri, merupakan hal yang penting untuk mengenali apa sebenarnya pemikiran semacam ini, yaitu ekspresi ancaman terhadap masalah kejiwaan yang dapat tersembuhkan. Pemikiran semacam itu tidaklah nyata dan itu semua bukanlah salah Anda. Jangan biarkan rasa takut atau rasa malu menghalangi komunikasi Anda bersama dokter, terapis, keluarga, atau kawan; beritahukan kondisi Anda selekas mungkin.

Beritahukan anggota keluarga yang Anda percayai, kawan, atau orang lain yang mendukung Anda, seseorang yang dapat Anda ajak bicara secara apa adanya. Cobalah untuk tidak sendirian dalam menjalani semua ini. Artinya, duduklah bersama dengan kawan atau anggota keluarga yang lain, pergilah ke kelompok dukungan yang lain atau pergilah untuk berkonsultasi ke rumah sakit.

Dapatkan bantuan. Beritahu professional kesehatan Anda. Niat untuk bunuh diri adalah masalah yang dapat tersembuhkan. Ketika keinginan untuk bunuh diri muncul, semua itu adalah pertanda bahwa — melebihi semua pertanda sebelumnya — Anda membutuhkan bantuan dari seorang profesional kesehatan.

Berjanjilah bahwa Anda dapat melalui semua ini. Berjanjilan pada diri sendiri bahwa Anda akan bertahan untuk melalui hari, jam, menit, atau apapun berikutnya.

 

PENCEGAHAN BUNUH DIRI

Bermanfaat sekali untuk punya sebuah rencana tindakan yang telah siap sebelum muncul lagi niat untuk bunuh diri.

Tetaplah berkomunikasi dengan dokter Anda. Selalu bawa nomor kontak dokter Anda ke manapun Anda pergi – nomor kantor atau nomor di luar jam kantor – serta nomor kontak cadangan seperti nomor instalasi gawat darurat atau jalur krisis seperti 1-800-273-TALK [di Amerika Serikat].

Tetaplah berkomunikasi dengan kawan yang Anda percayai. 

Buatlah sebuah daftar nomor telepon dari kerabat atau kawan yang erat hubungannya yang akan memberikan Anda dukungan di saat krisis. Bawa selalu daftar tersebut ke manapun Anda pergi.

Buatlah sebuah Rencana Kehidupan (contoh ada di bagian akhir laman ini) dan berjanjilah kepada diri sendiri bahwa Anda akan mengikutinya saat muncul niat untuk bunuh diri.

Berikan salinan dari rencana Anda (termasuk daftar nomor telepon) kepada keluarga atau kawan sebelum dibutuhkan, sehingga mereka dapat bersiap-siap untuk mengambil tindakan cepat jika dibutuhkan.

Kenali gejala-gejala sesuai dengan ciri khasnya. 

Bersama dengan dokter, terapis (konselor) atau kawan yang dapat dipercaya, kenali gejala-gejala yang cenderung Anda alami ketika penyakitnya berada pada kondisi yang paling mengkhawatirkan. Selalu ingat: perasaan bukanlah fakta. Perasaan ingin bunuh diri bukanlah salah Anda; semua itu adalah gejala dari penyakit Anda. Semuanya tidak nampak sementara, tapi sejatinya semuanya hanyalah hal yang temporer saja. Sejalan dengan pengelolaan penyakit Anda, Anda akan mampu untuk menandai dengan jelas gejala peringatan (warning sign) Anda dan mendapatkan bantuan secara lebih cepat.

Tuliskan pemikiran Anda. Sediakan sedikit waktu setiap harinya untuk menuliskan pikiran Anda tentang segala hal dan semua orang yang berharga dan bernilai dalam kehidupan Anda, juga harapan Anda akan masa depan. Bacalah apa yang telah Anda tulis ketika Anda butuh pengingat betapa pentingnya hidup Anda.

Terlibatlah secara sosial bersama orang lain. Ketika Anda berniat untuk bunuh diri, jangan sendirian. Jalan-jalanlah ke pusat perbelanjaan, pergilah ke perpustakaan atau pergi ke taman untuk bergabung dengan orang-orang yang aktif dan sibuk. Kunjungilah keluarga dan kawan yang peduli dan mengerti, bahkan jika itu sulit. Hadirilah pertemuan kelompok dukungan di mana Anda bisa bertemu dengan orang lain yang mengerti bagaimana rasanya hidup dengan gangguan alam perasaan.

Hindari narkoba dan alkohol. Banyak tindakan bunuh diri merupakan hasil dari impuls yang mendadak dan tak terkendali. Karena narkoba dan alkohol dapat membuat Anda tidak dapat mengendalikan diri, merupakan hal yang penting untuk menghindarinya. Narkoba dan alkohol dapat juga membuat pengobatan Anda kurang efektif.

Cari tahu kapan waktu yang tepat untuk pergi ke rumah sakit. Ada masanya kesehatan jiwa Anda menjadi begitu akut sehingga dirawat di rumah sakit merupakan cara terbaik untuk melindungi kesehatan dan keamanan Anda. Diskusikan kemungkinan dan pilihan Anda bersama dokter sebelum kebutuhan akan hal ini meningkat.

Pahamilah apa yang ditanggung oleh jaminan kesehatan Anda. Cari tahu apakah asuransi Anda, JKN (BPJS) atau KIS Anda menanggung rawat inap di rumah sakit, dan berapa jumlah batas atasnya. Simpan baik-baik kartu jaminan kesehatan Anda serta informasi layanan kesehatan di tempat yang mudah ditemukan. Jika hal tersebut tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan, temukan pilihan apa yang Anda bisa dapatkan, seperti perawatan di komunitas atau fasilitas yang dijalankan oleh negara.

Jagalah diri Anda agar tetap ada dalam kondisi yang aman. Pastikan Anda tidak punya akses ke senjata atau apapun yang dapat melukai Anda. Titipkan kunci kendaraan ke seseorang ketika Anda berniat untuk bunuh diri. Buanglah semua obat-obatan medis yang tidak lagi Anda perlukan.

Berikan waktu pada diri Anda untuk menjadi lebih baik. Ketika Anda pertama kali diobati, berikan otak dan tubuh Anda untuk sembuh. Biarkan diri Anda untuk menjalani hidup secara lebih lambat, dan jangan paksakan untuk menjalani aktivitas dan gaya hidup sebelumnya sesegera mungkin jika memang belum siap untuk itu. Dengan berlanjutnya pengobatan, Anda akan merasa lebih baik.

 

JIKA ANDA KHAWATIR SESEORANG BERNIAT UNTUK BUNUH DIRI

Bertanyalah dengan pertanyaan yang langsung yang menggambarkan kepedulian Anda.

Dengan keberanian dan pengertian, Anda dapat menolong kawan atau anggota keluarga mengatasi niat bunuh diri mereka. Jika Anda siap dan terinformasikan dengan baik, Anda akan mampu untuk melakukan hal tersebut.

Adalah hal yang sangat penting bagi orang dengan gangguan alam perasaan untuk menerima pengobatan yang berkualitas dalam jangka waktu sedini mungkin. Jika Anda percaya bahwa seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi yang serius, bantulah orang tersebut untuk menemukan dan menjalani pengobatan yang efektif. Dukung, yakinkan, dan bersedialah untuk membahas tentang perasaan dan pikiran ingin bunuh diri.

Anggaplah serius setiap penyebutan kata-kata tentang bunuh diri. Jika seseorang yang Anda kenal berbicara soal bunuh diri, bertanya secara langsung soal bagaimana, kapan, dan di mana ia berniat untuk mengakhiri hidupnya mungkin dapat membantu untuk mencegah niatnya tersebut.

Merupakan hal yang alamiah jika pertanyaan soal bunuh diri dapat membuat marah atau takut orang yang Anda perhatikan – atau bahkan bisa menanamkan ide tentang bunuh diri dalam pikirannya. Akan tetapi, Anda tidak akan membuat seseorang melakukan tindakan bunuh diri karena menanyakan hal itu secara langsung dengan pertanyaan yang peduli. Orang yang cenderung untuk bunuh diri akan menyambut baik kesempatan untuk membahas tentang perasaan-perasaan ini.

 

TANDA-TANDA PERINGATAN BAHWA SESEORANG SEDANG MEMPERTIMBANGKAN UNTUK BUNUH DIRI

Anggap serius setiap penyebutan kata-kata kematian atau bunuh diri.

Perasaan yang tidak terungkapkan: Depresi dapat menyebabkan seseorang untuk memiliki perasaan kehilangan harapan, putus asa, dan meragukan diri sendiri yang sangat ekstrem, Bertambah kuatnya perasaan-perasaan ini akan sejalan dengan kerap munculnya ujaran-ujaran mereka bahwa semua itu sebagai “tidak dapat diungkapkan,” yang sejalan juga dengan bertambah kuatnya niat untuk bunuh diri merasuki perasaan seseorang.

Menyiapkan berbagai urusan. Membuat rencana akhir, mengurus berbagai kebutuhan atau asuransi jiwa, atau mengatur kesejahteraan keluarga adalah tanda peringatan lainnya. Orang tersebut mungkin akan memberikan harta miliknya atau membuat rujukan akan apa yang dilakukan oleh orang lain “setelah saya pergi.”

Mewujudkan bunuh diri. Membahas secara serius salah atau atau lebih cara tentang metode bunuh diri, membeli senjata dan mengumpulkan banyak obat adalah pertanda untuk niat bunuh diri. Bahkan jika niat bunuh diri kelihatan datang dan pergi, merupakan langkah yang penting untuk mengambil tindakan dini dan membantu.

Penyalahgunaan obat dan alkohol seringkali merupakan kondisi terpisah yang dapat tersembuhkan yang perlu ditangani secara bersama-sama dengan gangguan alam perasaan guna keberhasilan pengobatan. Intoksikasi obat atau alkohol dapat menyebabkan perilaku yang impulsif dan membuat seseorang untuk cenderung melakukan tindakan setelah niat bunuh dirinya.

Isolasi: Jika seseorang kelihatan cenderung untuk memutuskan pertemanan dan relasi sosial, ada kemungkinan bahwa orang tersebut mungkin mengalami depresi berat dan/atau sedang menyiapkan tindakan bunuh diri.

Kesan tenang yang tiba-tiba: Seseorang dengan gangguan alam perasaan cenderung untuk mencoba bunuh diri segera setelah ia melewati titik episode terendah dan sedang ada dalam proses pemulihan. Jika seseorang yang akhir-akhir ini merasa marah atau putus asa mendadak menjadi begitu tenang dan nyaman, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa ia telah membuat keputusan tentang sebuah rencana.

 

ORANG-ORANG YANG BERESIKO

Setiap orang mungkin memiliki pikiran akan bunuh diri di titik waktu yang mana saja, akan tetapi ada kelompok orang-orang tertentu yang cenderung punya resiko lebih besar.

Orang dewasa yang usianya lebih tua ada dalam resiko yang lebih tinggi karena stres yang mungkin mereka hadapi, seperti kehilangan orang yang mereka cintai, perubahan gaya hidup, pindah ke fasilitas untuk orang dengan keterbatasan [seperti pada panti jompo karena tidak lagi mampu untuk melakukan segalanya sendirian – penerjemah], kehilangan kemerdekaan secara fisik, atau penyakit lainnya. Kadang-kadang penyakit atau obat-obatan lainnya dapat menyebabkan atau punya gejala-gejala yang mirip depresi, maka merupakan hal yang penting untuk memeriksakan fisiknya secara tuntas dan menyeluruh jika mereka depresi atau punya pikiran untuk bunuh diri. Perhatikan tanda-tandanya setiap waktu seperti pikiran yang tentang kematian yang mendominasi, lebih banyak berkunjung atau menelepon, pernyataan-pernyataan yang menandakan rasa putus asa, atau penolakan untuk mengikuti perintah dokter untuk meminum obat atau menjaga diet.

Orang berusia muda cenderung punya resiko yang lebih tinggi karena tekanan dari sekolah atau keluarga, perubahan besar dalam hidup, serta perubahan hormonal. Perhatikan tanda-tanda seperti sengaja melukai diri sendiri (seperti menyilet), tindakan sembrono, sering mengalami kecelakaan, bicara atau berkelakar soal kematian, agresi, membuat rusuh, perilaku impulsif, kabur dari rumah, perilaku perfeksionis, dan masalah-masalah lainnya seperti gangguan makan dan penyalahgunaan zat/alkohol.

Orang yang pernah kehilangan seseorang atau yang pernah mengalami perubahan besar dalam hidup: Merupakan hal yang wajar untuk mengalami rasa duka setelah kehilangan atau membutuhkan waktu penyesuaian dengan perubahan besar dalam hidup, akan tetapi jika perasaan semacam itu tetap berada di bawah secara konstan selama beberapa minggu dan orang tersebut menunjukkan gejala-gejala depresi, kita dapat berasumsi bahwa orang tersebut mungkin punya masalah yang lebih serius. Perhatikan perubahan besar dalam hal sikap, perubahan dalam hal makan atau kebiasaan tidur, kehilangan energi, kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya dinikmati, serta pernyataan tentang perasaan tak berguna atau ingin melarikan diri.

Orang yang sedang memulihkan diri dari sebuah episode depresi atau pernah mencoba bunuh diri sebelumnya: Jika seseorang pernah mencoba bunuh diri sebelumnya atau menunjukkan tanda-tanda depresi, kembali kepada kebiasaan lama (misalnya berkurung diri) atau menolak untuk minum obat atau menjalani rencana pengobatan, orang tersebut memiliki resiko untuk cenderung melakukan tindakan bunuh diri. Berbagai penelitian telah menunjukkan untuk orang yang pernah dirawat karena depresi cenderung untuk mempertimbangkan atau mempertimbangkan ulang tindakan bunuh diri dalam jarak 6 hingga 12 bulan setelah pulang dari perawatan di rumah sakit. Tak masalah siapa orangnya atau tanda-tandanya, jika Anda khawatir tentang seseorang, bicaralah dengan orang tersebut atau dengan keluarganya dan juga dokternya selekas mungkin.

 

APA YANG BISA ANDA LAKUKAN UNTUK MEMBANTU

Jangan berjanji secara sembunyi-sembunyi. Dukunglah orang yang Anda sayangi dalam mendapatkan bantuan profesional.

Ungkapkan pemahaman dan perhatian. Depresi berat biasanya disebabkan oleh kesendirian, tidak komunikatif, atau pikiran yang menarik diri dari pergaulan sosial. Ketika Anda mencoba untuk membantu, orang tersebut mungkin tak mau berbicara. Pada saat-saat demikian merupakan hal yang penting untuk memberitahu orang tersebut bahwa Anda memahami kenyataan serta betapa nyeri dan putus asanya mereka. Jika orang tersebut merasa tidak nyaman untuk berbicara dengan Anda, doronglah ia untuk berbicara dengan orang selain Anda.

Gambarkan perilaku dan kejadian yang mengkhawatirkan Anda secara spesifik. Jangan takut untuk merujuk pada perilaku-perilaku tertentu dari orang tersebut yang telah berubah, atau hal-hal yang membuat Anda berpikir bahwa ia mungkin sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri.

Bantulah ia untuk mengatasi rasa bersalahnya. Kawan atau anggota keluarga Anda tersebut mungkin menolak untuk berkomunikasi akibat rasa bersalah atau malu karena adanya depresi atau pikiran untuk bunuh diri itu. Ingatkanlah orang yang bersangkutan bahwa ia tidaklah sendirian, dan rasa bersalah juga merupakan gejala penyakit yang dapat tersembuhkan.

Tekankan bahwa hidup orang tersebut berharga bagi Anda dan orang lain. Ingatkan orang tersebut dengan kata-kata khusus mengapa hidupnya berharga bagi Anda dan membuat hidup Anda menjadi lebih baik.

Jangan menanggung semua persoalan pemulihan orang tersebut secara sendirian. Jadilah orang yang suportif dan memberikan semangat seiring dengan pencarian akan pengobatan dari profesional kesehatan dan tetaplah jalankanlah hal itu secara konsisten.

Selama perawatan di rumah sakit, Anda dapat mendukung orang tersebut dengan membesuk atau menelepon secara teratur, dan menawarkan bantuan untuk mengerjakan tugas-tugasnya serta menjaga rumah, anak-anak, atau hewan peliharaannya.

Dukunglah orang tersebut sejalan dengan pulihnya orang tersebut dan bantulah ia untuk tetap menjalani rencana pengobatan, buatlah Rencana Kehidupan [seperti yang tertera di bawah – penerjemah], dan jalinlah komunikasi dengan sebuah kelompok dukungan.

 

JIKA SESEORANG MENGANCAM UNTUK MENGAKHIRI HIDUPNYA

Ingatkanlah orang tersebut bahwa ada bantuan dan harapan. Jangan coba mengatasi krisis sendirian.

Anggaplah serius orang yang berniat bunuh diri. Tetap tenang dan biarkan orang tersebut tahu bahwa Anda mendengarkan dan berniat untuk membantu.

Libatkan orang lain. Jangan coba untuk menangani krisis sendirian atau menempatkan diri Anda dalam bahaya. Dapatkan bantuan dari layanan telepon pencegahan bunuh diri jika dibutuhkan. Hubungilah keluarga orang tersebut, psikiater, terapis atau yang lainnya yang telah terlatih untuk membantu.

Ekspresikan kepedulian. Tanyakan secara langsung dan dengarkan. Cobalah untuk mencari tahu jika orang tersebut punya rencana bunuh diri yang spesifik.

Pahamilah tapi jangan menghakimi. Ingatkan orang tersebut bahwa bunuh diri adalah solusi permanen terhadap masalah yang sementara, dan masih ada bantuan dan harapan.

Jangan pernah melakukan segala sesuatu sembunyi-sembunyi. Anda perlu berbicara kepada dokter orang tersebut dengan tujuan untuk melindunginya. Merahasiakan segala sesuatu dapat mengancam hidup orang yang Anda sayangi tersebut.

Jika memungkinkan, jangan tinggalkan orang tersebut sendirian hingga Anda yakin ia ada dalam penanganan professional kesehatan.

 

SITUASI-SITUASI SULIT

Membutuhkan keberanian untuk membantu seseorang yang cenderung melakukan tindak bunuh diri. Jika orang tersebut juga menyalahgunakan narkoba atau alkohol, atau melecehkan secara fisik/melalui kata-kata, menolong mereka kelihatannya tidak mungkin.

Anda mungkin telah memutuskan secara benar bahwa perilaku semacam itu tidak bisa ditoleransi dan Anda menjaga jarak dengan orang tersebut. Tetapi, bahkan jika Anda menjaga jarak atau hidup menjauh, Anda masih bisa menolong dengan menginformasikan kepada dokter, kawan, atau keluarga orang tersebut yang hidup berdekatan dengannya, mengenai niat bunuh diri tersebut. Orang dengan depresi berat – tak masalah betapa marah atau tidak rasionalnya mereka – membutuhkan bantuan untuk mendapatkan bantuan.

Ketika Anda membantu orang lain, merupakan hal yang penting juga untuk menjaga diri Anda sendiri. Anda mungkin merasakan pergumulan emosi yang sulit sejalan dengan dukungan Anda terhadap seseorang yang mempertimbangkan untuk bunuh diri. Jujurlah pada diri Anda sendiri tentang perasaan Anda, dan pastikan biarkanlah diri Anda merasakannya. Jangan takut-takut untuk meminta bantuan. Bahkan jika Anda tidak mengalami depresi berat, terapi dan dukungan dari keluarga dan kawan Anda dapat membantu.

 

JIKA ANDA KEHILANGAN SESEORANG KARENA BUNUH DIRI

Berikan diri Anda sendiri waktu untuk berduka. Anda mungkin diliputi oleh kemarahan, rasa bersalah, bingung, kesedihan, dan mudah lupa, sebagaimana juga nyeri fisik atau masalah dalam hal makan dan tidur. Biarkan diri Anda sendiri untuk merasakan hal-hal ini dan sadarilah bahwa semuanya adalah reaksi yang wajar. Cobalah untuk tidak melakukan perubahan besar pada hidup Anda dalam waktu yang segera.

Dapatkanlah bantuan. Bicaralah dengan kawan atau anggota keluarga yang lain tentang apa yang Anda rasakan. Temukan kelompok dukungan untuk para penyintas (survivor) bunuh diri. Jangan takut untuk mencari bantuan professional untuk dapat melewati saat-saat sulit ini. Anda bahkan mungkin juga memikirkan untuk bunuh diri. Jika demikian, dapatkan bantuan sesegera mungkin.

Jangan menyalahkan diri Anda sendiri. Mungkin terlintas dalam pikiran Anda “Seandainya waktu itu saya berbuat begini” atau Mengapa waktu itu saya tidak berkata seperti ini” Gangguan alam perasaan bukanlah salah orang yang mengalaminya atau salah orang lain, dan tak  ada yang punya pengaruh tunggal terhadap hidup seseorang. Ketahuilah bahwa ini bukan salah Anda. Biarkan diri Anda untuk merasakan kemarahan pada orang tersebut atau pada diri Anda sendiri, tapi berproseslah untuk memaafkan diri Anda dan orang tersebut.

Raihlah orang lain. Ketika Anda jujur tentang isi perasaan Anda dan apa yang telah Anda jalani, Anda dapat membantu orang-orang yang punya pengalaman yang sama.

 

RENCANA KEHIDUPAN

Saya berjanji pada diri saya sendiri: Jika saya mulai berpikir untuk bunuh diri, saya akan menghubungi anggota keluarga atau kawan-kawan saya ini:

Nama: ________________ Nomor Telepon: __________________

Nama: ________________ Nomor Telepon: __________________

Nama: ________________ Nomor Telepon: __________________

Saya juga akan:

  • Menelepon dokter saya atau layanan pencegahan bunuh diri, atau pergi ke rumah sakit jika dibutuhkan
  • Mengingat jika niat untuk bunuh diri adalah gejala yang dapat tersembuhkan dari penyakit saya
  • Mengingat bahwa hidup saya berharga dan layak untuk dihargai, bahkan jika saya tidak merasa sehat sekarang
  • Tetap menjalani rencana pengobatan
  • Ingat untuk tetap meminum obat yang diresepkan oleh dokter
  • Ingat untuk menemui konselor/terapis/psikiater
  • Ingat untuk menelepon dokter saya jika saya merasa tidak aman atau punya masalah
  • Menghubungi orang lain yang sama-sama mengalami gangguan alam perasaan
  • Menjauhi alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Menittipkan kunci mobil dan semua yang dapat melukai diri saya kepada seseorang
  • Tetap menyadari kondisi alam perasaan saya, tahu akan tanda-tanda peringatannya dan mendapatkan bantuan sedini mungkin
  • Bersikap baiklah terhadap diri sendiri
  • _________________________________________
  • _________________________________________

 

Info Kontak Saya

Nama: _______________________________________

Alamat: ______________________________________

Nomor Telepon: ________________________________

Diagnosa: ____________________________________

Dokter Saya

Dokter Puskesmas

Nama: _______________________________________

Alamat: ______________________________________

Nomor Telepon: ________________________________

Psikiater

Nama: _______________________________________

Alamat: ______________________________________

Nomor Telepon: ________________________________

Terapis

Nama: _______________________________________

Alamat: ______________________________________

Nomor Telepon: ________________________________

Jika dokter saya tak bisa dihubungi, hubungilah profesional kesehatan berikut ini:

Nama: _________________ Nomor Telepon: __________________

Nama: _________________ Nomor Telepon: __________________

Telepon Pencegahan Bunuh Diri: _________________________

 

Info Layanan Kesehatan Saya

Rumah Sakit Pilihan Saya: ______________________________

Alamat: ______________________________________________

Nomor Telepon: _______________ Nomor Ruang Gawat Darurat: _______________

Rumah Sakit Pilihan Kedua: _________________________________________

Alamat: ______________________________________________

Nomor Telepon: _______________ Nomor Ruang Gawat Darurat: _______________

Penyedia Jaminan Kesehatan (Lampirkan foto dari kartunya)

Nama: ______________________________________________

Nomor Telepon: ________________________________________

Nomor Jaminan: _______________________________________

 

Obat-obatan yang saya minum (untuk semua penyakit):

  1. _______________Dosis: ________________
  2. _______________Dosis: ________________
  3. _______________Dosis: ________________
  4. _______________Dosis: ________________
  5. _______________Dosis: ________________
  6. _______________Dosis: ________________
  7. _______________Dosis: ________________
  8. _______________Dosis: ________________

Tulisan asli dalam Bahasa Inggris dapat dilihat di http://www.dbsalliance.org/site/PageServer?pagename=education_brochures_suicide_prevention .

Print Friendly, PDF & Email

One thought on “Pencegahan Bunuh Diri dan Gangguan Alam Perasaan: Memahami Niat untuk Bunuh Diri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.